Share

Semarah Apapun Jangan Memukul Anak! Lihat Dampak Buruknya

Vessy Frizona, Jurnalis · Selasa 21 November 2017 18:04 WIB
https: img.okezone.com content 2017 11 21 196 1817974 semarah-apapun-jangan-memukul-anak-lihat-dampak-buruknya-az7aBvs8vn.jpg Jangan memukul anak (Foto:Ist)

BARU-BARU ini jagad media sosial dibuat tercengang oleh aksi seorang gadis remaja 14 tahun yang melabrak artis, Jenifer Dunn di sebuah mal di kawasan Jakarta Barat. Gadis remaja itu diketahui bernama Shafa Haris, anak dari pengusaha property, Faisal Haris.

Dalam video yang diunggah salah satu akun gossip di Instagram, Shafa terlihat mendorong Jennifer seraya melontarkan kata-kata kebencian. Alasan Shafa melakukan hal itu karena ia muak dengan Jennifer yang dia anggap telah merusak keharmonisan keluarganya. Di mana Jennifer menjadi pihak ketiga dari rusaknya hubungan ayah dan ibu Shafa. Kasus ini pun menjadi ramai diperbicangkan dan membuat banyak orang penasaran dengan kelanjutannya.

BACA JUGA:

VIRAL! Ekspresinya Itu Lho. Netizen Dibikin Ngakak Aksi Bocah dengan Toples Air

Rupanya memang kasus ini berlanjut, ayah Shafa yang mendapat pengaduan dari pacaranya, Jennifer marah atas perilaku anaknya. Masih dari laporan akun gossip, saat dimarahi oleh sang ayah, Shafa membiarkan kamera video ponselnya menyala. Gambar yang ditangkap kamera hanyalah plafon atap rumah, namun terdengar suara ayah dan anak yang sedang berdebat. Di sela-sela perdebatan, rupanya Haris begitu emosi karena Shafa terus menjawab, lalu terdengarlah suara tamparan dua kali. Netizen menduga kuat Haris telah menampar Shafa, anak kandungnya sendiri.

Kekerasan fisik yang dilakukan ayah terhadap anak ini langsung menuai kemaran warga net. Tentunya tindakan yang dialakukan Haris telah melanggar UU perindungan anak no.17 tahun 2016. Anak-anak yang diperlakukan kasar secara fisik akan memengaruhi perkembangan psikologisnya.

Mellisa Grace selaku psikolog menulis dalam akun Instagram-nya, bahwa kekerasan yang dilakukan orang dewasa terhadap anak seperti mukul, baik itu yang ada di lingkungan sekolah dan rumah akan membuat anak tidak lagi merasa aman di lingkungan yang menjadi tempat mereka tumbuh.

Psikolog yang merupakan mantan bintang cilik, Lenong Bocah ini juga menyatakan, anak tidak pantas menjadi korban dari konflik hubungan suami-istri. Jika terjadi percaraian sekali pun, seharusnya anak tidak dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang disfungsi.

BACA JUGA:

Sah Menyandang Marga Siregar, Jokowi Sembelih 10 Kerbau untuk Proses Mangalehan

@mellissa_grace : Tanpa mengacu pada satu atau dua kasus tertentu, melainkan bahasan umum bahwa: .

.

Perilaku #Kekerasan yang dilakukan orang dewasa terhadap anak (seseorang yang berusia di bawah 18 tahun) selayaknya TIDAK terjadi. .

.

Apapun profesinya, apapun pangkatnya, apapun perannya, apapun motif-nya:

Child abuse is NEVER Okay. .

.

Terlebih ketika hal itu terjadi di lingkungan sekolah atau rumah yang seharusnya menjadi tempat yang AMAN bagi anak. .

.

I Know it is NOT easy to be parents, teachers, psychologists, mentors,

or even to be a 'growing-up Person'. .

I know............. .

.

Because WE are not only being ourselves but WE supposed to be the ROLE MODEL for our kids,

our future generation. .

.

Itu mengapa Saya katakan betapa pentingnya menjaga Kesehatan Mental diri sendiri terlebih dahulu -- sangat. .

.

because WE are dealing with Human Beings.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini