nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Saking Cintanya Warga Bogor Geger saat Distributor Kopi Liong Bulan Tutup, Pabriknya Masih Beroperasi

Putra Ramadhani Astyawan, Jurnalis · Selasa 21 November 2017 12:30 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 11 21 298 1817722 saking-cintanya-warga-bogor-geger-saat-distributor-kopi-liong-bulan-tutup-pabriknya-masih-beroperasional-5BOiQqiXrd.jpg Toko kopi Liong Bulan yang tutup (Foto:Putra)

MENYERUPUT kopi kini bukan lagi soal selera semata, secangkir kopi sudah bertransformasi menjadi gaya hidup tidak hanya masyarakat lokal, namun juga kaum urban hingga generasi milenial. Bicara soal kopi, selera masyarakat Bogor bahkan di luar Bogor sudah sangat terbiasa dengan kenikmatan kopi legendaris 'Liong Bulan'.

Ya dikatakan legendaris karena kopi ini sudah ada sejak 1945, bisa dikatakan seusia kemerdekaan negara tercinta kita, Indonesia.

Namun, beberapa hari belakangan ini, masyarakat Bogor khsusnya pencinta kopi digegerkan dengan isu bangkrutnya pabrik kopi legendaris 'Liong Bulan. Hal itu menyusul tulisan di salah satu agen kopi 'Liong Bulan' di Kota Bogor yang menutup toko selamanya.

BACA JUGA:

Takut Perawan Tua dan Berbadan Dua Alasan Utama Maraknya Perkawinan Anak

Dari pantauan Okezone, toko yang berada di Ruko Sentral, Jalan Dewi Sartika, Blok B No 9, Kota Bogor tersebut memang nampak sepi. Pintu besi di depan toko tertutup rapat dan tidak ada aktivitas. Hanya masyarakat yang lalu lalang di depan di toko.

Menurut salah satu juru parkir disekitar lokasi, Ahmad Beni mengatakan toko agen kopi 'Liong Bulan' itu tutup sejak Rabu 8 November 2017. Menurutnya, tutupnya toko agen tersebut karena sang pemilik sudah berusia lanjut dan tidak ada penerusnya.

"Pemilik tokonya memang sudah tua, sudah usia lanjut, sekitar 60an usianya. Anak-anaknya tidak mau meneruskan usahanya, akhirnya toko ini pun ditutup sejak Rabu lalu," kata Beni, Senin (20/11/2017).

Beni pun menyangkal bahwa toko agen itu tempat memproduksi kopi 'Liong Bulan'. Beni menjelaskan toko itu hanya tempat penggilingan dan pengepakan kopi non-sachet dari pabrik, yang sudah disangrai dikirim untuk kemudian dihaluskan lalu dipak kiloan.

"Ini satu dari sekian banyak agen kopi 'Liong Bulan'. Setelah ada di medsos dan media tentang tutupnya toko dikira pabriknya yang tutup. Mereka banyak yang kesini untuk memastikan informasi itu," jelasnya.

Hal senada juga dikatakan oleh Rizal, seorang penjaga warung depan pabrik kopi 'Liong Bulan' yang berada di Jalan Bintang Mas 5 Nomor 8, RT 01 RW 03, Nanggewer, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat yang menyangkal pabrik kopi 'Liong Bulan' tutup.

"Saya setiap hari jualan dari jam 08:00 WIB sampai sore di sini. Pabriknya tetap buka kok ada karyawan sama truk yang keluar masuk. Tetap beroperasi seperti biasanya aja, tidak ada penutupan," ujar Rizal.

Rizal menambahkan, pabrik yang berdiri sejak tahun 1945 dikenal masyarakat sekitar tertutup. Pintu depan yang tertutup rapat serta tidak adanya plang identitas atau lainnya membuat pabrik tidak banyak diketahui orang merupakan tempat produksi kopi 'Liong Bulan'.

"Memang tertutup, enggak banyak yang tahu kalau ini pabriknya kopi liong. Tali dari depan sudah kecium aroma kopi yang cukup menyengat," ungkapnya.

Sementara itu isu penutupan kopi 'Liong Bulan' juga ditepis Kabid Perindustrian Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bogor Asep Saefulloh. Menurutnya, yang tutup hanyalah salah satu toko di Pasar Anyar, Kota Bogor, Jawa Barat.

"Di pasar lain seperti Pasar Bogor, di Leuwiliang, juga masih ada," jelas Asep.

Asep mengaku telah mengkonfirmasi isu yang beredar kepada Susi yang merupakan salah seorang pengelola kopi 'Liong Bulan'. Susi sendiri merupakan generasi ketiga dari pendiri kopi 'Liong Bulan'.

BACA JUGA:

Kelakuan Kids Zaman Now! Ngebet Nikah, Pasangan Mungil Ini Dapat Izin Resmi, Kok Bisa?

"Jadi katanya tutupnya agen di Pasar Anyar karena pemilik yang sudah masuk usia senja. Namanya ibu Lilis, usianya sudah 67 tahun. Beliau dikabarkan sudah sakit-sakitan, jadi tidak bisa lagi meneruskan toko dan akhirnya tutup toko," paparnya.

 

Meski demikian, lanjut Asep, produksi kopi 'Liong Bulan' memang tengah menurun. Hal itu dikarenakan persaingan di produsen kopi yang semakin ketat sehingga pemilik pabrik 'Liong Bulan' terpaksa menurunkan angka produksi hingga tenaga kerjanya.

"Biasanya dulu sehari bisa produksi ratusan kilo, sekarang cuma sekitar 50 kilogram seharinya. Dulu juga memasarkan kopi ini ke daerah lain, tapi sekarang cuma masarin Bogor aja," jelas Asep.

Asep pun sempat menyayangkan adanya pengurangan produksi kopi tersebut. Menurutnya, kopi 'Loing Bulan' merupakan kopi Bogor yang memiliki penggemarnya sendiri terutama masyarakat berusia 40 tahun ke atas.

"Yang bertahan, tinggal mereka yang benar-benar suka dengan kopi Liong," tutupnya

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini