nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Keraton Surosowan Banten, Jelajah Misteri Kolam Pemandian 8 Bidadari dan 2 Ekor Macan Gaib yang Kerap Muncul

Annisa Aprilia, Jurnalis · Selasa 21 November 2017 17:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 11 21 406 1817919 keraton-surosowan-banten-jelajah-misteri-kolam-pemandian-8-bidadari-dan-2-ekor-macan-gaib-yang-kerap-muncul-att5bptlIG.jpg Foto: bolangbanten

MENYUSURI masa lalu Banten bisa Anda lakukan dengan mengunjungi Keraton Surosowan. Tempat yang semula bukan objek wisata tersebut, kini bisa dikunjungi oleh para pelancong dari berbagai daerah di Tanah Air, dan mancanegara. 

Keraton Surosowan merupakan peninggalan Kerajaan Banten yang telah dibangun sejak 1522, tepatnya ketika masa pemerintahan Maulanan Hasanuddin, yang dalam sejarah dikenal sebagai pendiri Kesultanan Banten. Sebelum dijadikan objek wisata seperti sekarang ini, dulunya keraton digunakan sebagai tempat tinggal Sultan Banten, dan pusat kerajaan. 

Dimasa lalu, komplek keraton terdapat sebuah pancoran, dan kolam pemandian yang disebut kolam pemandian Rara Denok. Ketika memasuki keraton, Anda akan disambut dengan jalan masuk yang berbentuk busur, dengan dinding bata dikedua tepinya. Fungsi dinding bata ini, yakni untuk menghindari pengintai dari luar keraton. 

Sebuah reruntuhan yang berasal dari masa lalu pasti tidak lepas dari cerita atau legenda yang terdengar menakutkan, sama halnya dengan Keraton Surosowan ini. Dihimpun Okezone dari berbagai sumber, Selasa (21/11/2017), kabarnya ada dua ekor macan gaib yang sering berkeliaran di kawasan keraton. Macan yang bernama sikapuk dan sikumbang tersebut, berwarna putih, dan hitam, yang diyakini oleh warga setempat adalah peliharaan sultan. 

Cerita mistis yang diyakini warga juga mengatakan, Anda bisa melihat kedua macan gaib peliharaan sultan ini, ditengah malam, sekira pukul 1 hingga 2 dini hari, tepatnya di Alun-alun Banten Lama. Sebelum bisa melihat kedua macan gaib, Anda harus membaca sholawat terlebih dahulu, barulah macan-macan akan muncul. 

Tidak hanya ada dua ekor macan gaib, kabarnya di kolam pemandian juga sering dilihat delapan orang bidadari cantik, yang salah satunya bernama Putri Kembang. Kini, kolam pemandian yang telah tidak sebagus dulu, hanya tersisa kolam berwarna hijau dengan susunan batu dan dinding yang seakan masih jadi tempat favorit para arwah. 

Suasana reruntuhan keraton terasa begitu kental dengan sejarah dan kesan mistis. Pasalnya, di sekitar reruntuhan, lingkungannya berupa rumput dan alang-alang di tanah lapang. Sehingga, ketenangan, dan waktu terasa menyeret Anda seperti mundur ke masa lalu, mengimajinasikan kala kerajaan masih berdiri megah.

(ade)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini