Anak Tidak Suka Makan Sayur dan Buah, Orangtua Jaman Now Harus Bagaimana?

Tri Purna Jaya, Jurnalis · Selasa 21 November 2017 13:30 WIB
https: img.okezone.com content 2017 11 21 481 1817671 anak-tidak-suka-makan-sayur-dan-buah-orangtua-jaman-now-harus-bagaimana-dB7G9YkXc5.jpg Ilustrasi (Foto: Feedingmykid)

ORANGTUA ‘jaman now’ dianggap masih kurang pemahaman dalam memberikan asupan gizi kepada anak. Kebanyakan, orangtua hanya memberikan asupan gizi makro saja.

“Asupan gizi makro misalnya lauk pauk dan karbohidrat. Ini yang menjadi fenomena belakangan ini,” kata Product Executive PT K-Link Indonesia, Fina Rizki dalam seminar kesehatan bertajuk Nutrisi Seimbang pada Masa Tumbuh Kembang Anak, Senin 20 November 2017 di Bandar Lampung.

Karena hanya fokus pada pemenuhan asupan gizi makro, asupan gizi mikro yang tak kalah penting pun terlupakan. Fina menyebutkan asupan gizi mikro ini terdapat pada sayur-sayuran dan buah-buahan.

Simpulan ini bukan sekadar pendapat saja, berdasarkan hasil survey yang dilakukan pihaknya pada 2013 lalu, Fina menjelaskan hanya satu dari lima anak Indonesia yang mengonsumsi lebih dari lima jenis buah dan sayuran per hari.

“Para orangtua harus tahu bahwa berbagai vitamin yang terkandung dalam sayuran dan buah-buahan tidak kalah penting bagi pertumbuhan anak. Khasiatnya pun sangat bagus bagi perkembangan otak,” katanya.

Lebih lanjut dia menambahkan, konsumsi makanan yang seimbang dapat memberikan semua nutrisi yang dibutuhkan. Makan seimbang ini artinya, makanan itu harus mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin juga mineral.

“Pada usia kanak-kanak, orangtua mungkin kesulitan memenuhi makanan seimbang ini, terlebih bagi anak yang pemilih (picky eater). Tapi tak perlu khwatir, hal ini bisa diakali dengan memberikan suplemen untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya,” katanya.

Sedikit berpromosi, Fina mengatakan, salah satu suplemen itu yakni K-Kids Omega yang merupakan produk perusahaannya. Fina mengklaim, K-Kids Omega terbuat dari sumber alami minyak ikan Cod (untuk membantu membentuk dan memperkuat faktor kekebalan tubuh yang belum sempurna pada anak).

“Kandungan nutrisi di dalamnya telah dipilih yang paling sesuai dengan kebutuhan dan dosis disesuaikan untuk anak-anak. K-Kids Omega juga mengandung omega 3 ikan Cod yang dapat merangsang pertumbuhan jumlah sel otak dan (penghubung) sinaps untuk mengoptimalkan kemampuan otak,” katanya.

Bersamaan dengan seminar kesehatan itu, PT K-Link juga menggelar lomba mewarnai bagi anak-anak. Lomba ini ditujukan merangsang bakat seni dan daya kreativitas anak. “Minat dan bakat anak-anak harus sudah diasah sejak dini, begitupun kesehatannya yang akan berpengaruh terhadap aktivitas mereka sehari-hari. Termasuk kegiatan ini, sangat bermanfaat dalam meningkatkan daya kreativitas, imajinasi, dan menyalurkan bakat si buah hati,” jelas Product Manager PT K-Link Indonesia, Fatma Dwi Amartani.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini