nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Takut Anak Laki-Laki Jadi Feminin karena Main Masak-Masakan? Simak Aturan Gender Play yang Sebenarnya

Vessy Frizona, Jurnalis · Kamis 23 November 2017 04:40 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 11 22 196 1818854 takut-anak-laki-laki-jadi-feminin-karena-main-masak-masakan-simak-aturan-gender-play-yang-sebenarnya-sNNlue91Jk.jpg Mainan anak (Foto: Toysreviewexpress)

PERMAINAN anak-anak pada umumnya sama. Hanya saja beberapa mainan dibedakan berdasarkan gender. Ada mainan khusus anak laki-laki dan ada pula mainan untuk anak perempuan.

Orangtua kerap khawatir bila anak laki-lakinya main boneka barbie, masak-masakan, atau salon-salonan. Begitu pula jika anak perempuan main mobil-mobilan atau suka memanjat. Apabila anak laki-laki main masak-masakan, orangtua takut si anak jadi feminin atau gemulai. Sebaliknya, anak perempuan ditakutkan jadi tomboi kalau main permaian yang identik anak laki-laki.

"Mainan anak sepatutnya dilihat dari segi fungsi. Seperti fungi merangsang saraf sensorik, motorik (kasar dan halus), kognitif, merangsang daya imajinasi, menambah pengetahuan, menyampaikan pesan moral, mengelola emosi, dan fungsi soasialisasi. Mainan yang mengandung unsur-unsur tersebut boleh dimainkan oleh anak laki-laki dan perempuan," kata dokter Markus saat ditemui Okezone di Jakarta.

Terlepas mainan-mainan tadi bentuknya spesifik ke gender tertentu. Namun, selama bermainnya diarahkan anak tidak mungkin menjadi yang tidak sesuai gender mereka.

"Boleh saja anak laki-laki main masak-masakan. Saat bermain mereka diajarkan mengenal alat masak, nama buah-buahan, bahan makanan, daging, ikan, ayam. Anak laki-laki menjadi tahu dan menambah pengalaman. Arahkan mereka menjadi yang bertugas membawa buah, bukan yang memasak dan menyiapkan makanan. Ini sama halnya ketika anak perempuam bermain mobil-mobilan. Mereka jadi tahu jenis mobil. Arahkan anak perempuan menjadi penjual mobil atau pelanggan bengkel, bukan menjadi montir. Meski tidak meraskan menjadi yang memasak atau memperbaiki mesin tetapi anak-anak belajar karena memperhatikan cara yang dilakukan teman main lain," jelasnya panjang-lebar.

Ada pun aturan anak-anak bermain dengan permaian gender campuran tidak sampai mereka besar. Semakin besar anak sudah harus mengerti mana tempat mereka. "Di atas usia 4 tahun anak sudah harus bermain sesuai gender," tutup dokter Markus.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini