Bolehkah Menunaikan Shalat Mengenakan Busana Transparan atau Celana Pendek?

Annisa Amalia Ikhsania, Jurnalis · Jum'at 24 November 2017 07:00 WIB
https: img.okezone.com content 2017 11 23 194 1819385 bolehkah-menunaikan-shalat-mengenakan-busana-transparan-atau-celana-pendek-yayYn3xiAq.jpg Menunaikan shalat dengan pakaian transparan? (Foto:Britishmuslim)

SAAT menunaikan ibadah shalat, hendaknya pakaian yang dikenakan tak boleh sembarangan. Hal tersebut juga berlaku meski shalat dilakukan sendirian di rumah.

Sayang, banyak orang mengerjakan shalat dengan pakaian transparan bahkan menampakkan warna kulit. Bahkan, ada pula yang menggunakan celana pendek. Lantas, bagaimana hukumnya? Apakah shalat mereka diterima?

Mengutip dari berbagai sumber, melakukan shalat menggunakan celana pendek atau busana transparan nyatanya dianggap tidak sah. Perlu diperhatikan, menutup aurat di dalam shalat tidaklah cukup dengan berpakaian ala kadarnya, seperti yang penting menutup aurat, tidak peduli pakaian itu terkena najis, bau, dan kotor misalnya.

BACA JUGA:

Terungkap! Rahasia Cantik & Sehat Miss World 2017 Manushi Chhillar

Namun, perlu diperhatikan pula sisi keindahan dan kebersihan. Sebab, Allah SWT dalam firman-Nya memerintahkan untuk mengenakan zinah (pakaian sebagai perhiasan) ketika shalat. Jadi, seorang hamba sepantasnya shalat mengenakan pakaiannya yang paling bagus dan paling indah, karena dia akan bermunajat dengan Rabb semesta alam dan berdiri di hadapan-Nya.

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah membawakan beberapa syarat pakaian yang dikenakan dalam shalat. Ringkasnya adalah sebagai berikut :

1. Tidak menampakkan kulit tubuh yang ada di balik pakaian;

2. Bersih dari najis;

3. Bukan pakaian yang haram untuk dikenakan seperti sutera bagi laki-laki, atau pakaian yang melampaui/melebihi mata kaki bagi laki-laki (isbal);

4. Pakaian tersebut tidak menimbulkan mudarat/bahaya bagi pemakainya.

BACA JUGA:

VIRAL! Cerita Seorang Pengantin Thailand yang Kecewa karena Dibuat Tidak Cantik saat Hari Pernikahannya

Dengan demikian, ketika seorang wanita shalat sendirian atau di hadapan sesama wanita atau di hadapan mahramnya dibolehkan baginya untuk membuka wajah, dua telapak tangan, dan dua telapak kakinya.

Meski yang lebih utama ialah ia menutup dua telapak kakinya.

Sementara, untuk pria terdapat dua pilihan, yakni mengenakan celana panjang yang menutup antara pusar hingga lutut atau tetap mengenakan celana pendek tersebut, namun luarnya diganti dengan baju yang tidak transparan sehingga tidak tampak kulitnya.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini