Punya Anak Lagi dalam Waktu Kurang dari 2 Tahun Bisa Tingkatkan Risiko Autisme

Tiara Putri, Jurnalis · Kamis 23 November 2017 22:41 WIB
https: img.okezone.com content 2017 11 23 196 1819554 punya-anak-lagi-dalam-waktu-kurang-dari-2-tahun-bisa-tingkatkan-risiko-autisme-418FwgER2k.jpg

MEMILIKI anak mungkin menjadi anugerah terindah bagi pasangan suami istri. Bahkan tak jarang pasangan yang sudah memiliki seorang anak menginginkan anak tambahan. Bila Anda dan pasangan termasuk dalam kategori itu, sebaiknya Anda berdua harus mempersiapkannya dengan matang.

Sebuah penelitian baru di CDC mengungkapkan pasangan yang ingin buru-buru memiliki anak lagi dalam waktu kurang dari dua tahun berisiko memiliki anak autis. Hasil ini didapatkan setelah peneliti menganalisis 356 anak yang mengalami gangguan spektrum autisme, 600 anak yang memiliki gangguan perkembangan, dan 524 anak tanpa gangguan apapun. Setelah dianalisis, diperoleh fakta bahwa jarak kelahiran secara unik memiliki korelasi dengan autisme, tapi tidak dengan kelainan lainnya.

Untuk menguatkan korelasi tersebut, penelitian yang dipimpin oleh Dr Laura Schieve itu menggunakan data dari Study to Explore Early Development. Dari data tersebut, informasi yang dikumpulkan mengenai autisme dapat terbagi berdasarkan gejala yang dilaporkan dan riwayat reproduksi ibu. Sebelumnya telah ada penelitian yang mengaitkan jarak kehamilan dengan risiko autisme.

"Temuan ini mendukung pedoman yang ada mengenai jarak kehamilan dan selanjutnya menyoroti hubungan antara autisme dengan kesehatan kehamilan. Setiap wanita setidaknya membutuhkan waktu selama 18 bulan sebelum hamil kembali. Hal itu lantaran adanya proses pengembalian tingkat nutrisi yang sehat untuk bayi. Menunggu selama 18 bulan dapat menurunkan risiko kelahiran prematur, berat lahir rendah, dan abrupsio plasenta," ujar Dr. Laura seperti yang dikutip dari Daily Mail, Kamis (23/11/2017).

Sementara itu, jarak kelahiran yang lebih dari empat tahun juga sama berisikonya dengan jarak yang terlalu cepat. Di sisi lain, wanita yang sengaja menunda kehamilan dapat memiliki masalah kesuburan. Maka dari itu, penting untuk berkonsultasi ke dokter kandungan atau penyedia layanan kesehatan guna merencanakan kehamilan.

(ade)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini