nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sederhana! Pakaian Adat Pengantin Kahiyang-Bobby Ditaksir Rp4 Juta per Pasang

Dewi Kania, Jurnalis · Jum'at 24 November 2017 12:08 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 11 24 194 1819775 sederhana-pakaian-adat-pengantin-kahiyang-bobby-ditaksir-rp4-juta-per-pasang-ixzhhizitF.jpg Baju pengantin adat pernikahan Bobby-Kahiyang (Foto:iNewslive)

PAKAIAN pengantin Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution, beserta orangtuanya dibuat dengan proses unik yakni cara tradisional. Meski tampak indah dan elegan, harga pakaian tersebut ditaksir sekira Rp4 juta per pasang.

Pakaian adat Mandailing dalam pernikahan putri Presiden Joko Widodo tersebut dibuat oleh para penenun dari sebuah desa di Sipirok, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Dari tangan para pengrajin di desa setempat, pakaian pengantin diproduksi.

BACA JUGA:

Kahiyang-Bobby Akan Jalani Upacara Adat di Pinggir Sungai, Begini Harapan di Balik Tradisi Tersebut

Mereka masih megedepankan tradisi khas Mandailing yang dilestarikan hingga saat ini. Uniknya, satu pasang pakaian membutuhkan proses dua bulan hingga tampak sempurna dan indah.

Adapun pakaian yang dipakai dalam pesta adat kali ini identik dengan warna cokelat muda, hitam dan merah. Warna-warna tersebut diartikan sebagai keanekaragaman hayati di Mandailing, yakni daerah asal Bobby. Pakaian adat yang dikenakan terbuat dari sutra Thailand yang apik.

Uniknya, di tengah pesta adat yang mereka laksanakan terkesan glamor, untuk memilih pakaian tetap ada kesan sederhana. Tapi tak mengurangi kualitas dan meneruskan tradisi adat setempat yang dilaksanakan.

 

Sementara itu, agar keluarga inti dan mempelai tampak gagah dan cantik, ada tambahan aksesoris kepala, yang disebut dengan ampu dan bulang.

BACA JUGA:

Mengenal Prosesi Mangaloalo Mora di Pesta Pernikahan Adat Bobby Nasution-Kahiyang Ayu

Mahkota yang mereka kenakan tidak sembarangan, melainkan filosofinya yakni menggambarkan bahtera rumah tangga yang mereka jalani. Bahkan, istimewanya mahkota pengantin juga bertabur emas dari tanah Mandailing.

Meski kedua mempelai beda suku, pernikahan tetap sakral dengan ritual pesta yang berbeda. Acara dipastikan ramai dan meriah, serta menarik perhatian berbagai kalangan masyarakat.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini