nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Guru Asikin Dirikan Sekolah di Dalam Gang agar Bisa Bantu Anak Yatim Tetap Dapat Pendidikan Layak

Dewi Kania, Jurnalis · Sabtu 25 November 2017 14:02 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 11 25 196 1820422 guru-asikin-dirikan-sekolah-di-dalam-gang-agar-bisa-bantu-anak-yatim-tetap-dapat-pendidikan-layak-FHTGJHzQmW.jpg Ilustrasi (Foto: Capsoc)

Guru salah satu pahlawan tanpa tanda jasa. Perannya sangat penting untuk mendidik anak-anak tanpa imbalan apapun.

Seperti Guru Asikin di lampau, rela mendidik anak-anak dan mendirikan sekolah swasta di pemukiman padat, kawasan Gunung Sahari, Jakarta Pusat. Asikin mendirikan sekolah yang kini bernama SDS Pembangunan Masyarakat.

Dia mendirikan sekolah tersebut tahun 1948, lalu diresmikan pada 1950. Peran Asikin sangat besar, karena mendidik sebagian anak-anak yang tinggal di kawasan tersebut.

Muhammad Nur Asri yang kini menjadi kepala sekolah, yang juga cucu Asikin menceritakan secuil kisah kakeknya yang mendirikan sekolah tersebut. Jiwanya besar sekali untuk meneruskan mendidik anak-anak di sekolah peninggalan kakeknya

"Sekolah ini memang kecil dari dulu, bisa dibilang tidak berkembang besar, tapi yang jelas bisa menolong anak-anak di sekitar sini," ujar Nur saat ditemui di Jakarta Pusat, bersama Red Planet Hotel.

SD ini lokasinya ada di dalam gang kecil pemukiman padat penduduk. Bangunan sekolahnya tak besar, tapi bisa menampung siswa-siswi kelas 1-6 SD.

Sekolah ini ada berkat Asikin dan Zainabun, istrinya berinisiatif untuk mendidik anak-anak di lingkungan setempat. Awalnya, sekolah Ada di Gang Kartini, lalu sempat pindah di kawasan Kemayoran dan kini ada di Gunung Sahari VII.

Sejak dulu, SD ini menjadi bangunan sekolah satu-satunya di kawasan itu. Lalu berkembang sekolah lainnya yang dibangun oleh pemerintah.

"Orangtua banyak yang menyekolahkan anaknya di sini. Padahal di seberang ada sekolah negeri yang lebih bagus," imbuhnya.

Jiwa sosial lain dari Asikin yang kini sudah meninggal dunia yakni dalam mendirikan sekolah, anak yatim dan anak kurang mampu hampir dibebaskan biaya pendidikannya. Inilah yang membuat jasa almarhum dihargai banyak orang.

"Iya dari dulu kalau ada anak sekolah di sini kurang mampu, bayar sekolah separuh harga. Kakek saya pesannya seperti itu dan orangtua murid senang dengan program itu," ujarnya.

Karena itu, SDS Pembangunan Masyarakat sejak lama diminati oleh orangtua. Mengingat ada hal menarik dan sosial yang tinggi supaya anak bisa mendapat pendidikan layak hingga kini.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini