nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

3 Hal Sepele yang Biasa Diabaikan Orangtua Bisa Undang Masalah Sosial Terhadap Anak

Annisa Aprilia, Jurnalis · Senin 27 November 2017 20:41 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 11 27 196 1821539 3-hal-sepele-yang-biasa-diabaikan-orangtua-bisa-undang-masalah-sosial-terhadap-anak-Dwr9bePxpt.jpg

INDONESIA saat ini memiliki jumlah anak-anak mencapai 87 juta jiwa. Angka yang besar tersebut mirisnya berbanding lurus dengan kasus kekerasan yang terjadi juga pada anak

Kasus kekerasan terhadap anak terus meningkat setiap tahunnya di Indonesia. Bagaimana tidak, pada 2012 saja telah terjadi sebanyak 2.636 kasus, dan meningkat sebanyak 3.039 kasus terjadi pada 2014. Lebih mirisnya lagi, kasus kekerasan terhadap anak lebih banyak terjadi di rumah, yang seharusnya menjadi tempat pertama, dan utama seorang anak belajar, sebelum menyapa dunia luar.

Dikumpulkan Okezone dari memantau acara Sosialisasi Perlindungan Anak dari Masalah Sosial, di Kementerian Pemberdayaan Perempuan, dan Anak, Senin, (27/11/2017), berikut 3 hal yang orangtua tidak sadari telah mengundang masalah sosial terjadi pada anaknya.

1. Memberikan Gadget Pada Anak

Satu keputusan yang salah dari orangtua ialah memberikan gadget pada anak, sebab dari ponsel pintar tersebut anak bisa terpapar informasi yang seharusnya belum ia perlu dapat, dan fitur seperti games bisa membuat anak kecanduan bermain, hingga bisa lupa waktu, dan malas untuk belajar.

2. Membiarkan Anak Memiliki Akun Media Sosial Sendiri

Zaman memang tidak bisa ditolak perkembangannya, tapi pergaulan anak seharusnya bisa diawasi, dan diatur oleh orangtua. Berawal dari izin memiliki gadget sendiri, anak yang terpengaruh pergaulannya bisa membuat akun media sosial, dan tidak menutup kemungkinan mereka berinteraksi dengan orang asing yang entah datang dari mana. Selain itu, konten yang banyak tersaji dalam media sosial pun belum seharusnya jadi konsumsi anak.

3. Membiarkan Anak Selfie dan Mengunggah Foto ke Media Sosial

Selfie kini juga diminati oleh anak. Mencontoh orang-orang dewasa, termasuk orangtua yang ada di dekatnya, anak pun gemar berfoto selfie dan mengunggahnya ke akun media sosial mereka. Sepele memang. Tapi, hal ini seharusnya jadi perhatian orangtua, karena kasus penculikan bisa saja terjadi dari media sosial. 

Hal tersebut senada dalam kegiatan yang bertajuk  Sosialisasi Perlindungan Anak dari Masalah Sosial, di Kementerian Pemberdayaan Perempuan, dan Anak. Ia juga mengingatkan pada anak-anak agar tidak terbujuk rayuan orang asing yang mengajak untuk pergi.

"Anak-anak harus pintar, mulai hari ini jangan selfie sendirian, lalu diupload, karena media sosial bisa dilihat oleh banyak orang di seluruh dunia," ucap narasumber.

Fakta lain menyebutkan, terdapat 38 persen kasus kekerasan berawal dari media sosial, sementara 80 persen kekerasan seksual terjadi karena dipengaruhi pornografi. 

(ade)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini