Image

Wisata Unik Kampung Kramat, Makam Dihias hingga Kuburan dalam Rumah

Avirista Midaada, Jurnalis · Senin 27 November 2017 13:41 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 11 27 406 1821200 wisata-unik-kampung-kramat-makam-dihias-hingga-kuburan-dalam-rumah-kwsmsbzonR.jpg

MALANG - Tempat pemakaman umum (TPU) alias kuburan bagi sebagian besar orang merupakan tempat yang angker dan menyeramkan. Namun apa jadinya kalau sebuah kampung yang berhimpitan dengan kompleks pemakaman umum dijadikan objek wisata baru, melalui festival mural dan lomba mural untuk menghias kampung.

Kampung yang terletak di Jalan Bali, RT 7 RW 3 Kelurahan Kasin, Kota Malang tinggal 250 kepala keluarga ini, TPU Kasin dan kampung hampir tak ada batas. Bahkan ada makam yang tepat di teras rumah dan di dalam rumah warga.

Kepala Kelurahan Kasin, Yuyun Nanik Ekowati menyatakan makam ini memang sudah ada sejak sebelum kemerdekaan. "Jadi jauh sebelum padat permukiman kampung penduduk makam ini sudah ada duluan," terangnya Minggu petang (26/11/2017).

Sementara itu Ketua Pelaksana Festival Mural Kampung Kramat, Ghulam Najmudin mengungkapkan dipilihnya kampung ini sebagai kampung tematik untuk objek wisata karena keunikan kampungnya. Selama ini kematian yang identik dengan hal - hal menyeramkan, tak dijumpai di sini.

"Kita selama ini mengetahui kuburan itu seram, angker, banyak setan. Di sini makam saja ada yang berada di teras rumah, bahkan di dalam rumah mas," jelas Ghulam, Minggu (26/11/2017).

Dengan mengangkat tema 'kematian yang menghidupkan' pada festival mural, didasari pada sebagai besar matapencaharian penduduk Kampung Kramat yang mengandalkan TPU Kasin.

"Ada yang sebagai penggali kubur, tukang parkir, jual bunga, hingga perawat makam sekedar membersihkan makam. Intinya semua bergantung pada TPU Kasin ini," tuturnya.

Menurutnya, mural - mural ada nantinya akan menggambarkan sejarah kampung kramat seperti apa, dari awal TPU Kasin tak terurus, adanya kampung ini jadi pelopor perawatan makam di sini. Mural diisi pula dengan gambar - gambar yang memberikan pesan positif dari kematian.

Langkah menjadikan Kampung Kramat ini sudah melalui kajian dari Pemkot Malang bersama komunitas Malang Creative Fusion. Dimana Malang Creative Fusion bersama Dinas Pariwisata menggandeng salah satu perusahaan cat untuk menyuplai kebutuhan cat dan peralatannya melalui dana CSR.

Festival mural dalam rangka mempercantik kampung tematik ini diselenggarakan mulai Sabtu kemarin (26/11/2017) hingga pertengahan Desember.

"Rencananya ada 20 rumah yang akan kita lukis Mural dahulu dari 80 rumah secara bertahap. Ada 72 tim dari 17 komunitas dari mahasiswa, pecinta seni, dan masyarakat yang turut ikut di festival Mural," jelas Ghulam Najmudin.

Langkah mempercantik Kampung Kramat ini mendapatkan apresiasi dari Ketua RT 7 RW 3 Kelurahan Kasin, Rendra Ernawati. Menurutnya Kampung Kramat yang sebelumnya terkesan kumuh dan angker, akan menjadi lebih menarik. "Mural itu membuat kampung ini memiliki nilai tambah," katanya kepada Okezone.

Disini para pengunjung dapat mengabadikan karya - karya mural berlatarbelakang kampung dan TPU, melalui kamera maupun telepon seluler. "Unik mas. Kuburan kan identiknya dengan hal menyeramkan di sini rumahnya saja di terasnya ada makamnya. Makanya saya penasaran untuk datang kemari," papar seorang wisatawan yang berkunjung, Swandy.

Rencananya Kampung Kramat akan diresmikan oleh Walikota Malang, Mochamad Anton sebagai kampung tematik untuk wisata pada pertengahan Desember 2017. "Harapannya dengan dijadikan kampung tematik yang dikunjungi wisatawan dapat memberikan alternatif mata pencaharian untuk menggerakkan ekonomi warga Kampung Kramat," tambah Reni Ernawati.

(Baca Juga: Anak Ini Jadi Viral karena Dianggap Paling Cantik Sedunia, Matanya Indah Banget!)

1 / 3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini