nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

9 Seniman Unjuk Karya Seni dalam Pameran Fashion Exhibition

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 28 November 2017 23:22 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 11 28 194 1822243 9-seniman-unjuk-karya-seni-dalam-pameran-fashion-exhibition-3kOum1e6Af.jpeg

SETIAP orang punya definisi berbeda mengenai fashion dan seni. Dua dunia yang berbeda itu pun banyak dikatakan sama, padahal tidak seperti itu. Dalam Art X Fashion Exhibition, Anda akan disadarkan bahwa makna fashion itu lebih dari sekadar pakaian atau busana.


Art X Fashion Exhibition itu sendiri merupakan pameran seni yang mana coba menjadi ruang bagi siapapun yang ingin menikmati fashion dalam balutan karya seni. Cukup unik karena setiap karya yang ditampilkan 9 seniman, memiliki keistimewaannya masih-masing. Tapi, semua karya tersebut bicara satu makna "What You Wear is (NOT) What You Are: You Are (NOT) What You Wear".

Dijelaskan Managing Director PT Pernod Ricard Indonesia Edhi Sumadi, "Pameran ke-11 ini coba menampilkan kesan yang berbeda dari pameran seni sebelum-sebelumnya. Dengan venue yang unik, diharapkan para pengunjung bisa memiliki perasaan curiousity tentang apa yang akan mereka temui dalam pameran kali ini," ucapnya pada Okezone, Senin sore (27/11/2017).

Dalam pameran kali ini juga, pengunjung disuguhkan dengan karya seni yang cukup beragam. Mulai dari patung, lukisan, sampai karya seni berbentuk helaian kain yang di atasnya tercoreh lukisan.

Salah satu yang menarik mata adalah karya busana yang tercipta dari telephone card yang ditutupi fancy papers. Kostum tersebut terlihat aneh tetapi menarik untuk diketahui lebih lanjut.

Ditemui di tempat acara di The Warehouse Plaza Indonesia, perancang busana Tiarma Sirait coba mengkamuflase sesuatu yang terlihat biasa menjadi suatu karya yang luar biasa.



"Kostum ini terinspirasi oleh perancang 60-an Paco Rabanne yang inovatif. Di tangan saya, saya berusaha untuk mengembangkan desian geometris yang lebih indah dan kompleks. Ya, makanya saya buat kostum ini," ucapnya.

Tiarma melanjutnya, kostum ini memiliki kekuatan untuk memproyeksikan penampilan kertas manipulatif. Meski terbuat dari kertas telepon dan ditutupi fancy papers, Tiarma berharap bahwa kostum tersebut terkesan luar biasa. "Saya berharap para tamu yang melihat kostum ini melihatnya seperti kostum berbahan logam, terutama adanya tambahan cincin logam sebagai penyambung antar kertas," paparnya.

Seniman yang mencintai warna merah muda itu pun menjelaskan kalau proses kreatif dari kostum tersebut berjalan selama sebulan lebih. Trial eror banyak dialaminya. Sampai akhirnya dia menentukan kostum tersebut yang tampil pun bukan hal yang mudah.

"Banyak perubahan. Kalau Anda mau tahu, tangan saya sampai bengkak-bengkak karena harus bersentuhan langsung dengan kawat penyambung dan tentunya gesekan-gesekan kertas teleponnya. Makanya prosesnya lama," cerita Tiarma.

Selain karya Tiarma, ada juga karya Lie Fhung, Nurrahmat Widyasena (Ito), Maharani Mancanegara, Dita Gambiro, Sarita Ibnoe, Erwin Windu Pranta, Miranti Minggar, dan Geugeut Pangestu. Selain itu, ada 3 designer ternama Indonesia, salah satunya Rinaldy A Yunardi.

(ade)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini