nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cara Asyik Nasihati Anak Laki-Laki yang Susah Diatur

Vessy Frizona, Jurnalis · Rabu 29 November 2017 06:52 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 11 28 196 1822170 cara-asyik-nasihati-anak-laki-laki-yang-susah-diatur-JKZUxZAZEk.jpg Ibu dan anak (Foto: Psychologies)

TINGKAH anak-anak laki-laki yang beranjak remaja mungkin bisa bikin orangtua terkejut-kejut. Panik karena keluyuran sepulang dari sekolah, tiba-tiba memperkenalkan pacar baru, asyik sendiri di kamar, dan mulai membantah ucapan orangtua.

Ya, perubahan sikap remaja merupakan hal yang biasa terjadi. Orangtua kembali dituntut sabar, sama seperti menghadapi ujian saat bayi baru lahir. Mungkin remaja laki-laki Anda akan sulit diatur dan acuh saat dinasihati. Tenang bunda, hampir semua orangtua mengalami itu. Melansir dari Familyshare, Rabu (29/11/2017), orangtua memang harus banyak mengalah dan cobalah menjadi teman yang nyaman bagi remaja.

Agar remaja Anda kembali menjadi anak penurut, nasihati dengan cara yang asyik. Seperti cara-cara berikut ini.

Merendah

Tinggi hati adalah akar dari segala masalah. Orangtua kerap kali merasa lebih segala-galanya dari anak. Sehingga merasa anak wajib patuh dan hanya ingin nasihatnya didengar. Padahal, remaja tidak bisa dikerasi. Untuk itu, orangtua harus menurunkan egonya. Cobalah menyetarakan diri dengan anak, lalu memposisikan diri seperti mereka sejenak. Jadilah teman bertukar pikiran yang asyik. Sehingga mereka nyaman berbincang dengan orangtuanya dan mengerti ketika diberi nasihat.

Cerita masa remaja

Setiap remaja pasti akan merasa, fase yang mereka sedang alami adalah masa yang paling unik dan baru. Mereka berpikir orangtua tak tau apa yang mereka rasakan. Di sini, orantua bisa masuk sebagai kakak yang pernah mengalami apa yang mereka alami. Cerita masa-masa SMA dulu, tentang kenakalan dulu dan sisipkan tips-tips menjadi remaja yang positif.

Ikut bergaul

Sekali-kali berkenalan dengan teman-temannya. Ikuti kemana mereka pergi dan cari tau apa yang mereka lakukan. Jika mereka mulai melakukan hal-hal di luar batas, segera cegah dengan cara yang santai.

Pantau media sosialnya

Untuk memantau anak di media sosial, bukan berarti orangtua menjadi stalker. Tapi jadi teman dan ikuti aktivitas mereka di media sosial. Beri semangat di setiap postingan positif dan nasihati dengan memberi link kisah-kisah inspiratif yang menggugah perasaan anak laki-laki agar menjadi lebih bertanggung jawab dengan dirinya, pendidikan, dan keluarga.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini