Parade Busana 4 Desainer Lokal Tampilkan Karya Bercitarasa Nusantara di Fashion Legacy

Vessy Frizona, Jurnalis · Rabu 29 November 2017 08:52 WIB
https: img.okezone.com content 2017 11 29 194 1822372 parade-busana-4-desainer-lokal-tampilkan-karya-bercitarasa-nusantara-di-fashion-legacy-LbuKCtlcMk.jpg Kain khas Nusantara di Fashion Legacy (Foto: Vessy/Okezone)

KERAGAMAN kain khas tradisional Nusantara tak terbendung jumlahnya. Namun, sayang kain-kain itu tak tampak ke permukaan. Kain tradisional seringkali hanya bisa ditemukan di daerah asal kain atau di pameran-pameran khusus.

Padahal, peminat kain tradisional cukup tinggi jumlahnya. Terbukti, setiap kali diadakan pameran, selalu padat pengunjung. Keinginan konsumen mendapatkan fesyen item bercitarasa nusantara semakin sulit dikarenakan butik-butik di pusat perbelanjaan didominasi oleh brand luar.

Untuk memanjakan pecinta kain tradisional dan fasyen item bercitarasa nusantara, 4 desainer lokal menampilkan parade busana di Fashion Legacy, Kemang, Jakarta Selatan, Selasa 28 November 2017. Dan, inilah koleksi mereka

Mia Utari

Terinspirasi dari bahasa Sansekerta yang memiliki arti "jujur", Mia Utari sang desainer menampilkan 10 look, seperti blouse, kulot, sarung, jodhpur (celana serdadu India) dan outer untuk acara casual dan semi formal. Mia mengutarakan, "Saya memilih dominasi warna hitam, putih, kuning kunyit, merah, serta biru sebagai bentuk memeriahkan pergantian tahun sebentar lagi. Terlihat dalam koleksinya diberi label Amithya, Mia mengombinasikan beragam kain seperti Tenun Makassar, Endek Bali, NTT, Batik, Timor, dan Sasirangan.

Aping dan Chita

Memiliki latar belakang ketertarikan di dunia fesyen, dua sahabat yaitu Aping dan Cintra akhirnya sepakat mendirikan label fesyen Carmel. Kali ini Carmel menampilkan 10 look terbaru dengan material Brokat Katun, Tenun Makassar, dan sentuhan Batik. "Sesuai signature style kami, koleksi ini tetap memiliki desain dan cutting yang feminim juga klasik," ujar Aping. Sang sahabat, Citra ikut menambahkan, "Kami tampilkan warna hitam, merah, dan cokelat yang lebih dominan agar menjadikan koleksi ini wereable untuk keseharian pemakainya."

Dhara

Mengangkat tema Ragam Gaya Nusantara, Dhara menampilkan 10 koleksi terbarunya dengan padu-padan Batik dengan sejumlah bahan seperti Tenun Viscose, Dobu, Lace, dan bahan kekinian lainnya.

"Saya ingin koleksi ini terlihat lebih ringan dan modern. Ada yang sporty look, ada juga yang feminim. Sengaja saya tampilkan untuk mencerminkan berbagai sisi kepribadian wanita," ujar Dhara.

Terlihat sejumlah koleksi dengan cutting A-line serta lurus yang mengutamakan kenyamanan, serta dalam pemilihan warnanya, koleksi Dhara terdiri dari warna-warna natural. Seperti cokelat, merah marun, hingga warna cerah yang eye catchy sebagai bentuk sebuah celebration.

Sjully Darsono

Terpikat oleh keanggunan para wanita Keraton di tanah Jawa, koleksi berlabel Kasha kali ini banyak menggunakan Batik berbahan katun dengan pewarnaan alam. Sjully Darsono sang desainer menjelaskan, "saya juga terinspirasi oleh tarian Bedoyo yang cantik, anggun, dan gemulai sehingga koleksi ini sengaja saya buat untuk semakin menampilkan sisi anggun dan pesona wanita Indonesia."

Penggunaan bahan katun ini untuk memberikan kesejukkan dan kenyamanan bagi pemakai busana Kasha. Koleksi ini bisa dipakai untuk menghadiri acara Cocktail Party atau sejenisnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini