nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bondan Winarno Angkat Kuliner Nusantara ke Level Dunia

Taufik Budi, Jurnalis · Kamis 30 November 2017 01:22 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 11 30 298 1822869 bondan-winarno-angkat-kuliner-nusantara-ke-level-dunia-8b5uNChJr4.jpg

SEMARANG - Bondan Winarno dikenal sebagai sosok yang tak kenal lelah memperjuangkan kuliner tradisional sampai mancanegara hingga akhir hayatnya. Pria asal Surabaya tersebut juga keliling nusantara untuk terus menggali makanan-makanan khas di tiap daerah.

"Alhamdulillah program-program di televisi yang Mas Bondan tawarkan menjadi pelecut bagaimana makanan tradisional bisa diangkat setara dengan makanan standar internasional," ujar Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, Rabu (29/11/2017).

Dia berharap, perjuangan panjang Bondan Winarno juga diteruskan oleh generasi muda untuk melestarikan kuliner nusantara. Meski awalnya tak memiliki latar belakang ilmu formal tentang kuliner, namun bapak tiga anak itu akhirnya memilih menjadi pengusaha di bidang makanan.

Kiprah Bondan di bidang kuliner dimulai pada 1987 hingga 1994, saat menjadi pengusaha dan menjabat sebagai Presiden Ocean Beauty International, sebuah perusahaan makanan laut yang berbasis di Seattle Washington, Amerika Serikat.

Dari sana, namanya baru mulai dibangun sebagai seorang pakar kuliner hingga membintangi acara Wisata Kuliner, yang meroketkan namanya dengan tagline khas berbunyi “Pokoe Maknyus!”.

(Baca Juga: Komplikasi Jantung, Penyebab Bondan Winarno Meninggal Dunia)

"Beliau (Bondan Winarno) selama hidup terus memperjuangkan keunikan kelezatan makanan-makanan khas Indonesia. Harapannya tentu saja hal yang sudah dilakukan Mas Bondan bisa menjdi semangat kita semua untuk memperhanankan masakan tradisional di bangsa kita, sehingga menjadi santapan favorit tidak hanya orang Indonesia tapi juga di seantero dunia," bebernya.

Bondan Winarno menghembuskan napas terakhir di RS Harapan Kita Jakarta pada Rabu 29 November 2017 pada pukul 09.05 WIB, akibat sakit jantung. Dia meninggal di usia 67 tahun.

Rencananya, jenazah Bondan akan dikremasi pada Kamis, 30 November 2017 di Rumah Sakit Sentra Medika, Cibinong, Jawa Barat, sekira pukul 13.00 WIB.

(Baca Juga: Mengenal Aritmia, Penyakit yang Sempat Diderita Bondan Winarno Sebelum Meninggal Dunia)

Sebelummya, pihak keluarga Bondan juga akan melakukan ritual tutup peti jenazah sekitar pukul 12.00 WIB, yang akan dilakukan di rumah duka di kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Kehidupan Pak Bondan dimulai dari Surabaya pada 29 April 1950 silam. Selama bersekolah, ia aktif berkegiatan sebagai anggota Pramuka dan aktif dalam bidang aeromodelling.

Tapi, ibunya ingin Pak Bondan jadi dokter atau insinyur. Maka, cowok yang nantinya menjadi pria tiga anak ini berkuliah di Fakultas Teknik Jurusan Arsitektur Universitas Diponegoro, Semarang.

Di tengah kuliah, Pak Bondan sudah membangun karier sebagai jurnalis. Pak Bondan memulainya sebagai fotografer untuk Puspen Hankam. Selepas itu pada 1970, Pak Bondan berpindah-pindah kerja di bidang yang sama, dan bahkan sempat mendapat pekerjaan di Kenya, Afrika. Pekerjaan di Kenya ini yang nantinya menjadi cerpen bertajuk Gazelle, yang memenangkan hadiah pertama lomba penulisan cerpen majalah Femina pada tahun 1984.

Menulis memang sudah jadi hobi Pak Bondan sejak berusia 9-10 tahun, dan ini terus berjalan hingga tulisannya sudah dimuat di banyak media cetak nasional hingga Asian Wall Street Journal. Tulisan yang diciptakan Pak Bondan berkisar dalam tema cerita anak-anak, cerpen, novel dan buku-buku tentang manajemen.

Hobi menulis membawa Pak Bondan menjadi redaktur kepala majalah SWA pada 1984-1987. Lalu, ia menjadi konsultan untuk Bank Dunia di Jakarta. Tak lama menyelesaikan kerjanya sebagai konsultan, ia menjadi direktur eksekutif dari sebuah organisasi pelestarian lingkungan.

Namanya di bidang kuliner baru dimulai pada 1987 hingga 1994, saat Pak Bondan beralih menjadi pengusaha dan menjabat sebagai Presiden Ocean Beauty International. Kemudian pada 2001-2003 ia menjadi pemimpin redaksi harian Suara Pembaruan.

Usut punya usut, Pak Bondan disebut sudah sakit sejak 2005. Di tahun itu, ia masih aktif memandu acara yang meroketkan namanya di sebuah televise swasta nasional. Namun, ia baru mengaku sakit di laman Facebook komunitas Jalansutra, yaitu komunitas wisata boga yang ia rintis.

Penyakitnya itu berhubungan dengan jantung, dan sempat meminta maaf karena berita penyakitnya itu baru diungkap.

Sekira enam minggu sebelum meninggal dunia, ia kembali mengaku tengah menjalani operasi lantaran katup aortanya bocor yang berujung pada aritmia, atau degup jantung tak beraturan.

"Mohon maaf bila selama beberapa hari ini saya menyembunyikan sebuah rahasia besar dari Anda semua. Saya ceritakan sejak latar belakangnya," tulis Bondan.

Selamat jalan Pak Bondan.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini