nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sektor Pariwisata Bakal Penyumbang Devisa Nomor 'Wahid' Indonesia

Zuhri Noviandi, Jurnalis · Jum'at 01 Desember 2017 21:38 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 12 01 406 1823855 sektor-pariwisata-bakal-penyumbang-devisa-nomor-wahid-indonesia-9WI2w01oNa.jpg Sail Sabang 2017 (Foto: Antara)

MENTERI Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengatakan pada 2019 mendatang, sektor pariwisata Indonesia akan dijadikan pemasukan devisa nomor satu bagi negara. Saat ini Indonesia masuk dalam 20 teratas tempat pariwisata terbaik dunia.

"Melihat pariwisata kita banyak diminati oleh mancanegara, maka ditargetkan untuk 2019 mendatang sektor ini sebagai devisa nomor satu bagi Indonesia," kata Menpar Arief Yahya, saat membuka Wonderful Sabang and Marine Expo 2017, Jumat (1/12/2017) di pelabuhan CT-3 BPKS Sabang.

Tidak hanya itu, Menpar juga menargetkan 2019 mendatang kunjungan wisatawan ke Indonesia mencapai 20 juta orang. "Kita akan berusaha untuk terus memajukan sektor wisata di Indonesia.

Sementara itu, Arief Yahya menyarankan, Kota Sabang sebagai salah kawasan wisata bahari terbaik, maka ada 3 sektor yang harus dikembangkan di sana yaitu bidang tourism, trade, dan investment.

"Saran saya, Sabang dimaksimalkan dengan tourism, jadi nanti trade dan investment ikut ke tourism," ujarnya.

Arief Yahya menambahkan, Presiden Joko Widodo berharap pagelaran Sail Sabang tahun ini tidak hanya berupa pesta belaka, namun bisa menghasilkan karya nyata.

Setelah Sail Sabang berlangsung, pada 2018 mendatang juga akan digelar event internasional dengan kolaborasi Sabang, Puket di Thailand, dan Langkawi di Malaysia. Selain itu kompetisi freediving internasional di Sabang.

"Ada juga budidaya ikan atau aquaculture. Itu hasil nyata dari Sail Sabang," kata Menpar Arief Yahya di Dermaga CT-3.

Disamping itu, ditempat terpisah Penasihat Kehormatan Menteri Paariwisata dan Ketua Percepatan Wisata Bahari, Dr Indroyono Soesilo, mengharapkan agar masyarakat kota Sabang dapat meningkatkan sektor ekonomi wisata kreatif sehingga mampu menarik minat para wisatawan mancanegara berkunjung ke Sabang.

Indroyono meminta, masyarakat bisa membuka tempat penjualan souvenir yang menjual berbagai macam oleh-oleh ciri khas Aceh. Ia mencontohkan seperti kopi, restoran menarik yang menyediakan berbagai kuliner dan lainnya.

"Jadi ketika wisatawan tiba di Sabang, tidak lagi harus ke Banda Aceh. Karena persoalan saat ini di kota Sabang sendiri kekurangan lokasi destinasi yang mereka kunjungi. Jadi untuk meningkatkan para wisatawan maka ini adalah tugas bagi pemerintah dan masyarakat kota Sabang," katanya, dalam konferensi pers di Media Ceter Sail Sabang, yang pusatkan di Pelabuhan CT-3 BPKS Sabang, Kamis (30/11/2017) kemarin.

Indroyono menegaskan, saat ini Kementerian Pariswisata beserta stakeholder terkait sedang mendorong para wisatawan mancanegara untuk dapat menikmati wisata bahari yang dimiliki Sabang. Oleh karena itu, pihaknya menginginkan partipasi masyarakat untuk meningkatkan dan membangun sektor wisata di Aceh khususnya Sabang.

"Pemerintah saat ini terus memacu untuk meningkatkan sektor wisata, kenapa harus pariwisata karena sektor ini dapat meningkatkan devisa negara," katanya.

Wonderful Sabang and Marine Expo 2017, merupakan serangkaian kegiatan dari event Sail Sabang 2017. Di sana menghadirkan sebanyak 196 stand dari 109 kementerian dan lembaga.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini