nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tahap Awal Terjangkit HIV Ternyata Langsung Pengaruhi Otak

Ajeng Dwiri Banyu, Jurnalis · Jum'at 01 Desember 2017 18:00 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 12 01 481 1823733 tahap-awal-terjangkit-hiv-ternyata-langsung-pengaruhi-otak-aHnp4MlQPS.jpg Proses terinfeksi HIV pengaruhi otak (Foto:Thesantiagopost)

 

HIV adalah penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. HIV bisa ditangani sebelum masuk ke fase yang lebih parah. Peneliti dari Universitas Stellenbosch (SU) menemukan bahwa Human Immunodeficiency Virus (HIV) secara langsung mempengaruhi otak pada tahap awal infeksi.

Banyak orang yang menderita HIV memang menunjukkan gejala kognitif negatif, seperti depresi, kelupaan, dan lainnya. Namun, apakah benar virus HIV memiliki efek langsung terhadap otak?

BACA JUGA:

Aktivitas Seksual Berisiko Jadi Penyebab HIV Terbanyak di Indonesia

“Penelitian terbaru kami menunjukkan bahwa HIV memang memiliki dampak pada otak dan gejala kognitif yang paling mungkin muncul adalah sering merasa lelah dan depresi.” jelas Dr. Stefan du Plessis, seorang penulis utama dari penelitian tersebut.

Dilansir dari Sciencedaily, dengan menggunakan fungsi Magnetic Resonance Imaging (fMRI) kita dapat mengetahui bagaimana darah mengalir ke bagian otak saat orang melakukan tugas tertentu. Teknologi tersebut dirancang untuk merangsang daerah tertentu pada otak kita.

Dari penelitian ditemukan bahwa peserta dengan HIV positif mengalami penurunan aliran darah di daerah striatal otak yang melibatkan fungsi motorik. Bagian otak ini terlibat dalam aspek mengenai pemberian motivasi, sikap apatis, dan antusiasme terhadap kehidupan.

BACA JUGA:

5 Tanaman Herbal Ini Bisa Bantu Tingkatkan Kekebalan Tubuh Penderita HIV

“Pemindaian fMRI menunjukkan bagaimana virus HIV dapat mempengaruhi otak yang terlibat dengan motivasi. Kami berteori bahwa hal ini dapat terjadi sedemikian rupa sehingga pasien seringkali tidak cukup termotivasi unutk minum obat atau sekadar bangun dari tempat tidur.” lanjut Stefan.

Para peneliti dari Kedokteran dan Ilmu Kesehatan SU tengah mempelajari struktur korteks frontal pada daerah otak yang diketahui bernama atrofi. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa hingga 50% orang dengan HIV dapat menderita beberapa kerusakan kognitif, mulai dari gangguan ringan seperti demensia hingga psikosis berat.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini