nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Manakah yang Harus Didahulukan, Makan atau Salat?

Vessy Frizona, Jurnalis · Rabu 06 Desember 2017 04:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 12 05 196 1825726 manakah-yang-harus-didahulukan-makan-atau-salat-Cfty6fxWJA.jpg Ilustrasi (Foto: AboutIslam)

SERINGKALI kita dihadapkan pada situasi, waktu salat tiba ketika hendak makan, atau saat sedang makan tiba-tiba adzan, atau mungkin, perut lapar tetapi belum salat. Dari situasi tersebut dilema pun datang, manakah yang harus didahulukan, makan atau salat?

Untuk menjawab pertanyaan ini, ada dua hal yang perlu dipertimbangkan. Pertama adalah khusyuk, kedua adalah waktu.

Dari Anas bin Malik, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا قُدِّمَ الْعَشَاءُ فَابْدَءُوا بِهِ قَبْلَ أَنْ تُصَلُّوا صَلاَةَ الْمَغْرِبِ ، وَلاَ تَعْجَلُوا عَنْ عَشَائِكُمْ

Apabila makan malam sudah tersaji, maka dahulukanlah makan malam tersebut dari salat Maghrib. Dan janganlah kalian tergesa-gesa dari makan kalian.” (HR. Bukhari no. 672 dan Muslim no. 557)

Dari hadits di atas, jelas bahwa yang perlu didahulukan adalah makan. Pelajaran berharga perintah mendahulukan makan ketimbang salat adalah untuk menjaga kekhusyukan. Sebab, apabila seseorang lapar tetapi dia mendahulukan salat maka kemungkinan salatnya tidak akan khusyuk. Untuk itu Nabi menyuruh makan dulu agar kita benar-benar menyediakan hati dalam salat.

Baca Juga:

Dari ‘Aisyah, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ صَلاَةَ بِحَضْرَةِ الطَّعَامِ وَلاَ وَهُوَ يُدَافِعُهُ الأَخْبَثَانِ

Tidak ada salat ketika makanan telah dihidangkan, begitu pula tidak ada salat bagi yang menahan (kencing atau buang air besar).” (HR. Muslim no. 560).

Namun, jika waktu salat wajib sangat sempit dan waktu segera berakhir, para ulama berpendapat yang perlu didahulukan adalah salat. Kecuali seseorang sangat lapar dan sangat membutuhkan makan, maka dia tetap dianjurkan makan dulu.

Ulama Syaikh Muhammad bin Sholeh Al Utsaimin rahimahullah berpendapat bahwa hukum khusyuk dalam salat adalah sunnah mu’akkad (sangat ditekankan). Maka, sangat dianjurkan kepada seluruh umat Muslim untuk mengatur pola waktu dan pola makan agar bisa salat tepat waktu dan tidak terganggu dengan waktu makan. Demikian dilansir dari berbagai sumber.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini