nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Nikmatnya Menyeruput Kopi "Saring" di Pinggir Pantai Sabang

Tiara Putri, Jurnalis · Selasa 05 Desember 2017 22:11 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 12 05 298 1825754 nikmatnya-menyeruput-kopi-saring-di-pinggir-pantai-sabang-Ko08nOFIgF.jpg Kopi saring di Kota Sabang (Foto:Tiara)

BAGI para penikmat kopi, bila mereka berkunjung ke suatu daerah pasti terlintas di pikiran untuk mencari kopi khas daerah tersebut. Salah satu kopi khas yang terkenal adalah kopi Gayo yang berasal dari Aceh. Jenis kopi ini mudah ditemui di kota yang mendapat julukan Serambi Mekah itu, bahkan hingga ke Kota Sabang.

Baru-baru ini Okezone berkesempatan untuk mengunjungi kota paling barat di Indonesia itu. Ternyata cara pembuatan kopi di Sabang berbeda dengan cara pembuatan kopi pada umumnya. Di masyarakat setempat, seringnya kopi dibuat dengan cara disaring.

 

Hal ini terlihat saat Okezone mengunjungi Kedai Kopi Pantai Jaya. Berdasarkan cerita sang empunya, kedai ini ramai dikunjungi oleh para wisatawan lokal maupun mancanegara. Di sana Okezone bertemu dengan pemilik sekaligus peracik kopi yaitu Sofian Zakaria.

BACA JUGA:

Begini Penampakan Kue Ulang Tahun 5 Tingkat Jay-Z!, Mau Juga?

Sofian menceritakan ia telah menjual kopi sejak 1980. Letak kedainya yang berdekatan dengan pantai membuat para nelayan sering singgah sebelum atau sehabis mencari ikan. Selain itu, posisi kedai juga memikat wisatawan karena sambil menyeruput kopi mereka bisa ditemani suara debur ombak dan semilir angin.

 

Cara pembuatan di kedai ini masih konvensional. Hanya menggunakan dua buah teko stainless berukuran besar, saringan, dan sendok. Langkah pertama yang dilakukan adalah memasukkan kopi ke saringan kemudian direndam dalam satu teko yang berisi air panas. Jangan khawatir kopi akan keluar dari saringan. Sebab kopi yang diracik tidak berbentuk bubuk melainkan seperti kerikil. Ya, kopi memang digiling secara kasar.

Setelah biji kopi yang digiling secara kasar direndam dalam air selama 5-10 menit, air panas kemudian akan dipindahkan ke teko satunya menggunakan saringan yang berisi kopi. Setelah itu saringan akan digunakan kembali untuk menuangkan kopi ke gelas. Di sinilah letak keunikan lainnya. Kopi tidak dituangkan dari teko melainkan dengan perantara saringan. Hasilnya kopi di gelas terlihat seperti berbusa atau berbuih.

 

Di kedai yang berlokasi di Jalan Kilat Ie Meulee, Sabang itu terdapat beberapa varian kopi yang ditawarkan dari biji kopi gayo yaitu kopi hitam, kopi sanger, dan kopi Aceh atau takengon. Kopi hitam murni berasal dari biji kopi dan tidak dicampur apapun. Sedangkan kopi sanger merupakan campuran dari biji kopi dan susu kental manis. Ada pula varian kopi instan.

BACA JUGA:

Terhipnotis Pesona Jelmaan Maldives, Pulau Widi di Halmahera Selatan

Selain kopi, kedai ini juga menyediakan teh hijau yang berasal dari Thailand. Cara pembuatannya pun sama dengan kopi yaitu disaring. Untuk menambah kenikmatan menyeruput kopi maupun teh di tepi pantai, pengunjung dapat menikmati kudapan seperti jajanan khas dan mie Aceh yang disediakan oleh pihak kedai.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini