Mengejutkan, Seorang Ibu Muda Meninggal Dunia Akibat Terserang Flu

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 05 Desember 2017 16:03 WIB
https: img.okezone.com content 2017 12 05 481 1825486 mengejutkan-seorang-ibu-muda-meninggal-dunia-akibat-terserang-flu-9iPNb5vf3P.JPG

MUNGKIN ketika Anda mendengar penyakit flu, di pikiran Anda itu adalah penyakit biasa. Tidak akan begitu menggangu aktivitas Anda. Hanya saja, istirahat yang cukup penting diperhatikan.

Tapi, siapa sangka kalau flu ternyata bisa mematikan. Seperti yang dialami ibu muda berusia 20 tahun ini, Murrieta. Dia dikabarkan meninggal dunia setelah sehari sebelumnya terserang flu!

Dikabarkan BuzzFeed News, menurut pengakuan bibi Murrieta, Stephanie Gonzales, sebelum-sebelumnya ibu dua anak ini tidak pernah menunjukan tanda orang sedang sakit. Makanya, saat keluarga tahu kabar ini, menurut Gonzales, banyak yang sangat terpukul.

Gonzales coba menceritakan bagaimana kronologi kematian sepupunya itu. Menurut paparan Gonzales, Murrieta mulai merasa sakit pada Minggu lalu, dan disuruh pulang dari tempat kerjanya, untuk beristirahat.

"Saya melihatnya pada hari Thanksgiving dan dia baik-baik saja dan sehat sempurna," kata Gonzales kepada BuzzFeed News. Setelah Thanksgiving, Gonzales mengatakan kepada seluruh keluarga bahwa dirinya sakit, termasuk putrinya yang bekerja di sebuah gudang dengan Murrieta. Tapi, tak lama setelah itu dia sudah sembuh.

"Putri saya menelepon dan mengatakan bahwa Joie dikirim pulang pada hari Minggu awal setelah bekerja beberapa jam di gudang karena dia benar-benar sakit, dan bahwa dia pulang untuk beristirahat," kata Gonzales.

Pada hari Senin, adik Murrieta membawanya ke sebuah klinik perawatan yang mendesak, di mana mereka mendiagnosa Murrieta dengan flu dan mengirimnya pulang dengan obat-obatan.

"Mereka sampai di sana pagi hari dan menunggu beberapa saat, lalu mereka memberitahunya bahwa dia terkena flu dan memberinya resep obat Tamiflu," kata Gonzales.

(Baca Juga: Virus Flu Miliki Kekuatan untuk Hancurkan Tumor Pasien Kanker)

Perlu Anda ketahui, Tamiflu adalah obat antiviral yang digunakan untuk mengobati dan mencegah infeksi virus influenza A dan B. Hal ini paling efektif dalam penyembuhan, karena hanya butuh waktu 48 jam setelah tertular flu, virus bisa hilang!

"Dia mengambil Tamiflu, mengambilnya sesuai yang ditentukan dokter, dan pulang untuk beristirahat. Saya pun bertanya apakah mereka melakukan rontgen pada perawatan darurat dan dia tidak mengatakannya," kata Gonzales.

Namun, Murrieta batuk berulang kali saat sampai di rumah. "Dia tidur tapi keluarganya mengatakan bahwa dia batuk sepanjang malam," ucap Gonzales.

Pada Selasa pagi, gejala Murrieta memburuk dan dia mengalami kesulitan bernafas, jadi dia pergi ke rumah sakit. "Dia bangun jam 6 pagi dan mengatakan kepada ibunya bahwa dia merasa lebih buruk dan mengalami kesulitan bernafas, bahkan memuntahkan darah setelah batuk," kata Gonzales.

Keluarga tersebut segera membawanya ke rumah sakit, dan Murrieta mulai kesulitan bernafas sambil menunggu di ruang gawat darurat. "Ketika mereka memeriksanya, mereka mendapati kadar oksigennya rendah dan melakukan x-ray yang menunjukkan bahwa dia menderita pneumonia yang parah akibat flu," kata Gonzales.

Pada sore di hari yang sama, Murrieta dipindahkan ke ICU, di mana dia meninggal karena pneumonia akibat flu. Setelah memulai antibiotik intravena, Gonzales mengatakan kesehatan keponakannya mulai menurun. Mereka juga memindahkannya ke unit perawatan intensif (ICU) sekitar tengah hari.

(Baca Juga: Tamiflu Tidak Cocok untuk Anak-anak)

"Dia telah kehilangan kesadaran dan mereka mencoba memasukkannya ke ventilator dan melepaskan cairan dari paru-parunya, tapi tidak berhasil," kata Gonzales.

Saat diangkut ke ICU, jantung Murrieta berhenti. "Dokter bisa menyadarkannya kembali, tapi begitu kami masuk ke ICU untuk menemuinya, jantungnya berhenti lagi dan para dokter mencoba lagi untuk melakukan resusitasi tapi tidak berhasil. Beberapa menit berlalu dan mereka memberi tahu kami bahwa tidak ada yang mereka bisa lakukan lagi untuk Murrieta," kata Gonzales.

Murrieta tiba di rumah sakit sekira pukul 07.00 waktu setampat dan dinyatakan meninggal pada pukul 15.25 pada Selasa, 28 November 2017.

Sementara itu, anggapan Murrieta sehat-sehat saja yang akhirnya membuat keluarga kaget. Keluarga pun tidak menyangka bahwa penyakit flu yang diderita Murrieta berujung kematian. "Dia sangat sehat dan tidak pernah sakit, dia bekerja enam hari dalam seminggu dan pekerjaannya di gudang jadi dia sangat aktif dalam pekerjaannya," kata Gonzales.

Murrieta tampaknya tidak berisiko tinggi dirawat di rumah sakit atau meninggal karena flu. Orangtua, anak-anak yang sangat muda, orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang terganggu atau kondisi kesehatan lainnya, dan wanita yang hamil cenderung berisiko tinggi mengalami masalah ini. Sedangkan Murrieta jauh dari faktor risiko ini.

"Saya masih tidak mengerti bagaimana ini terjadi padanya begitu cepat. Dia pergi dari merasa sedikit sakit pada Minggu, setelah itu mendapat penanganan cepat di hari Senin dan kemudian meninggal pada hari Selasa sore," kata Gonzales.

Murrieta tidak mendapat suntikan flu, kata Gonzales, namun dokternya mengatakan bahwa tidak mungkin untuk mengatakan sekarang apakah itu akan membuat perbedaan.

Sedikit informasi, kasus meninggal karena flu setiap tahun di AS terus meningkat. Cara terbaik untuk melindungi diri adalah dengan mendapatkan vaksin flu dan pergi ke dokter jika Anda merasa sakit.

Flu adalah penyakit pernapasan menular yang menginfeksi hidung, tenggorokan, dan kadang-kadang paru-paru. Hal ini dapat menyebabkan penyakit ringan sampai berat, dan terkadang bisa menyebabkan kematian, seringkali dengan menyebabkan kasus pneumonia fatal.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) memperkirakan bahwa sejak 2010, ada antara 140.000 dan 710.000 pasien rawat inap terkait flu dan 12.000 sampai 56.000 kematian terkait flu.

Cara terbaik untuk melindungi diri Anda adalah dengan mendapatkan vaksin flu musiman - ini tidak efektif 100%, namun dapat mencegah beberapa jenis flu dan mengurangi tingkat keparahan flu jika Anda mendapatkannya. Selanjutnya, bicaralah dengan dokter Anda tentang apakah suntikan flu aman untuk Anda dan jenis yang Anda perlukan berdasarkan kesehatan individual Anda.

Dan jika Anda sakit atau menduga terserang flu, segera ke dokter. Antivir seperti Tamiflu dapat mengurangi keparahan dan jalannya flu, tapi hanya jika dikonsumsi tepat setelah Anda sakit.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini