Intip Pola Makan Sehat ala Sonia Wibisono

Maharani Putri Sabillah, Jurnalis · Rabu 06 Desember 2017 08:05 WIB
https: img.okezone.com content 2017 12 05 481 1825686 intip-pola-makan-sehat-ala-sonia-wibisono-Tw4V1WH3Et.jpg Ilustrasi (Foto: Psychologytoday)

SETIAP orang pasti ingin sehat, sebab kesehatan adalah anugerah yang tidak ternilai harganya. Menjaga agar tubuh tetap sehat bisa dilakukan dengan berbagai cara, seperti rajin berolahraga, istirahat yang cukup, melakukan meditasi, atau menjaga pola makan sehari-hari.

Menjaga pola makan menjadi gaya hidup sehat dr Sonia Wibisono. Dokter kecantikan itu mengaku bahwa ia sangat mengontrol asupan gizi yang terkandung dalam makanannya. Sehari-hari, ia menetapkan untuk mengonsumsi makanan yang berprotein tinggi dan rendah karbohidrat, seperti makanan salad Betawi.

Dokter Sonia mengatakan, salad Betawi memiliki kandungan protein yang tinggi. Protein itu bisa ia dapatkan dari tahu, tempe, kentang balado, dan sebagainya. Selain itu, sayur-sayuran dan kacang-kacangan pada salad Betawi juga memiliki banyak vitamin, serat, dan mineral yang dibutuhkan oleh Dokter Sonia.

Dokter Sonia juga sangat menghindari makanan yang mengandung pengawet, vetsin (micin), dan gorengan. Selain itu, ia pun menjauhi makanan yang terlalu manis dan asin. Dalam menyantap makanan, Dokter Sonia juga lebih memilih makanan yang masih segar, maksudnya bukan makanan yang sudah dihangatkan. Sebab makanan yang masih fresh memiliki kandungan yang utuh.

Meskipun pilihan makanannya didominasi oleh sayur-sayuran dan kacang-kacangan, Dokter Sonia mengaku tidak mempermasalahkan soal rasa.

Baca Juga:

“Tetap enak, kok, rasanya karena kita tetap bisa mengombinasikan bagaimana caranya supaya tidak seperti makanan Padang yang terlalu banyak lemak, santan, bisa diolah dan diganti dengan sayur-sayuran yang rasanya mirip,” katanya di Jakarta Pusat, Senin (5/12/2017).

Dokter Sonia mengatakan jika tidak mengatur pola makan sehat, maka akan merugikan tubuh sendiri. “Makanan enggak sehat menyebabkan kolesterol, diabetes, darah tinggi, terus ujung-ujungnya stroke,” ujarnya.

Dokter bertubuh langsing itu pun memiliki prinsip. “Prinsip aku gini, we are what we eat. Kalau kita masukin makanan yang tidak sehat (ke dalam tubuh), sama saja kita masukkin racun,” ujarnya.

Selain makan sayur-sayuran, dokter yang lahir pada 11 Oktober 1977 itu juga meminum banyak air putih, buah-buahan, dan menghindari makan di pedagang kaki lima. “Karena, kan, kita enggak tahu bersih atau tidak. Jadi, menurut aku sih lebih baik masak sendiri di rumah,” pungkasnya.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini