Segudang Manfaat Susu Selain Baik untuk Kepadatan Tulang

Pradita Ananda, Jurnalis · Rabu 06 Desember 2017 06:30 WIB
https: img.okezone.com content 2017 12 05 481 1825692 segudang-manfaat-susu-selain-baik-untuk-kepadatan-tulang-fjgmmJPfOo.jpeg Manfaat susu selain untuk kepadatan tulang (Foto:Taste)

MENDENGAR kata susu, biasanya yang terlintas di pikiran sebagian banyak orang adalah minuman dengan kandungan kalsium  yang baik untuk kepadatan tulang bagi orang dewasa.

Akan tetapi tidak banyak yang menyadari bahwa selain kalsium, susu juga mengandung komposisi asam lemak yang unik dan kompleks dibandingkan dengan pangan yang lainnya. Komposisi asam lemak inilah yang penting dalam membantu menyehatkan tubuh, termasuk mencegah tubuh dari resiko terpapar penyakit tidak menular (PTM) seperti contohnya penyakit kardiovaskular dan diabetes.

Menurut Dr. Marudut, MPS, ahli gizi dan dosen di Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Jakarta II yang juga merupakan sekaligus anggota Bidang Penelitian dan Pengembangan Gizi, Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI), komposisi asam lemak susu yang unik dan komplek ini disebabkan oleh tiga hal.

BACA JUGA:

Makan Sajian Natal Kue Jahe Bantu Kurangi Nyeri Sendi

Pertama karena tersusun atas lebih dari 50 jenis asam lemak-asam lemak, lalu yang kedua selain mempunyai kandungan karbon rantai ganjil yakni asam pentadecanoat (15:0) dan asam heptadecanoat atau asam margarat (17:0) yang merupakan indikator konsumsi susu. Lalu yang ketiga, memiliki asam lemak trans yang dihasilkan melalui biohidrogenasi dengan bantuan enzim bakteri yang ada di saluran pencernaan, sedangkan asam lemak trans pada pangan olahan lainnya dihasilkan lewat proses hidrogenasi atau penambahan atom hidrogen.

"Keunikan dan kekompleksan asam lemak inilah yang justru memberikan banyak keuntungan bagi tubuh manusia yang mengonsumsi susu. Segelas susu rata-rata mengandung 3-4 % lemak susu dan dari jumlah lemak tersebut, 90% terdiri dari asam lemak jenuh, 3,7 asam lemak trans, dan 5,3 asam lemak tak jenuh," papar Dr. Marudut, MPS, kala ditemui Okezone, Selasa (5/12/2017) dalam acara Diskusi Cerdas Frisian Flag Indonesia Seri 3, di bilangan Jakarta Pusat.

Penelitian pada orang dewasa multi etnik kohort di Amerika Serikat, menemukan hasil bahwa semakin tinggi sirkulasi asam trans palmitoleat merupakan biomarker resiko diabetes yang lebih rendah. Konsentrasi asam lemak trans palmitoleat (C16:1n-7) berhubungan dengan penurunan trigliserida sebesar 19%, menurunkan insulin puasa hingga 9,1 %, menurunkan tekanan darah sistolik sebesar 2,4 mm Hg, dan menurunkan resiko diabetes.

Hasil penelitian ini konsisten dengan metaanalisis dan sistematik review yang telah dipublikasikan pada 2015 dari 50 penelitian, bahwa asam lemak trans khususnya asam trans palmitoleat dapat menurunkan resiko terkena diabetes melitus. Bahkan selain untuk mencegah tubuh terkena penyakit-penyakit tidak menular, asupan susu yang tepat dapat menolong untuk menstabilkan berat badan.

"Lebih mengejutkan adalah hasil metaanalisis dari 22 penelitian yang dipublikasikan tahun 2016, menunjukkan bahwa asupan susu yang tepat dapat membantu menstabilkan berat badan pada orang dewasa," tambahnya.

Selain itu, dari hasil metaanalisis dan sistematik review yang sama juga ditemukan dari 73 penelitian bahwa kematian karena penyakit jantung koroner tidak berkaitan dengan asam lemak jenuh dan asam lemak trans dari susu, tetapi berkaitan dengan asam lemak trans dari produk industri hasil hidrogenasi.

 BACA JUGA:

Ini 5 Manfaat Sehat di Balik Lezatnya Mangga

Lalu untuk mendapatkan manfaat maksimal dari susu selain untuk kepadatan tulang, susu jenis apakah yang sebaiknya dikonsumsi harian? Ternyata, disebutkan semua produk susu cair (diambil langsung dari sapi dan kambing langsung lalu diolah dan dikemas-bukan susu kental manis) yang ada di pasaran bisa untuk dikonsumsi selain pengecualian yakni susu skim alias susu non-fat ataupun yang berjenis low-fat, yang di mana jenis ini biasanya jadi pilihan orang-orang yang takut menjadi gemuk karena mengonsumsi susu.

"Susu low-fat itu diambil sebagian lemaknya, yang tadinya bisa mencapai 3-4% dikurangi hanya jadi sekitar di bawah 1 %, biasanya dibuat karena orang takut gemuk minum susu. Susu jenis ini, lemaknya berkurang ya manfaat yang bisa didapatkan juga berkurang," tutup Dr. Marudut, MPS.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini