nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Nikmatnya Santap Mi Sedap, Kuliner Khas Sabang Tanpa Pengawet

Tiara Putri, Jurnalis · Rabu 06 Desember 2017 21:37 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 12 06 298 1826377 nikmatnya-santap-mi-sedap-kuliner-khas-sabang-tanpa-pengawet-xAJYFlTTmH.jpg Kedai Mi (Foto: Tiara/Okezone)

BERKUNJUNG ke suatu daerah kurang pas rasanya jika tidak mencicipi makanan lokal. Bila kebetulan Anda berkunjung ke Kota Sabang, ada satu makanan yang sayang bila dilewatkan. Di kota paling barat Indonesia itu terdapat satu rumah makan yang selalu ramai dikunjungi dan hanya menjual satu menu saja.

Nama rumah makan itu adalah Kedai Mie Sedap. Sesuai dengan namanya, rumah makan ini menjual mi. Ada dua varian yang ditawarkan yaitu mi kuah dan mi goreng. Kekhasan dari mi yang dijual adalah mi dibuat sendiri dan tidak menggunakan bahan pengawet. Melihat hal tersebut maka tak heran jika jam buka rumah makan terbagi menjadi dua sesi. Sebab pembuatan mi membutuhkan waktu hingga 7 jam.

Dituturkan oleh pemilik rumah makan, Thomas Kurniawan, Kedai Mie Sedap ini buka di pagi hari mulai pukul 08.30 hingga 12.00. Kemudian ada jeda sebentar untuk kembali membuat mie. Barulah di malam hari, tepatnya mulai pukul 19.00 hingga 22.00, rumah makan ini kembali dibuka. Di malam hari, biasanya akan lebih banyak pengunjung yang bertandang ke rumah makan yang terletak di Jalan Perdagangan No. 48, Sabang itu.

Dituturkan oleh Thomas, ia sendiri tidak tahu pasti kapan rumah makan ini mulai berdiri. “Dari zaman kakek saya, rumah makan ini sudah ada. Bahkan saya belum pernah melihat beliau. Saya sendiri sudah generasi ketiga. Dari tahun 1970-an sudah ada ini,” ungkap Thomas saat ditemui Okezone baru-baru ini.

Sambil memasak mi dan meracik bumbu, Thomas bercerita bahwa setiap harinya dia menghabiskan 2 sak atau 50 kg tepung terigu untuk membuat mie. Penempatan olahan mie kuah dan mi goreng pun berbeda. Mi kuah diletakkan pada wadah khusus, sedangkan mie goreng diletakkan di atas tampah. Berdasarkan cerita Thomas, hal itu dilakukan karena cara memasak mi berbeda.

Tidak ada bumbu rahasia yang digunakan oleh pria yang sudah masuk usia lanjut itu. Ia hanya menggunakan kecap asin, kaldu ayam, dan minyak sebagai bumbu mie. Lalu untuk penyajian, Thomas hanya menambahkan potongan ikan dan taburan daun bawang. Meskipun terlihat sederhana, tapi rasa dari mi di rumah makan ini sangat meresap di lidah. Tak salah bila banyak orang yang rela mengantre demi menyantap sepiring mie.

Bila Anda ingin berkunjung ke rumah makan ini, datanglah pada hari Senin-Sabtu. Alasannya sederhana, hari Minggu digunakan Thomas untuk beribadah dan beristirahat. “Tapi kadang kalau lagi ramai ada acara, Minggu tetap buka,” tambahnya.

Harga untuk seporsi sangatlah murah yaitu Rp 13.000,- saja. Untuk minum, pengunjung bisa memesan aneka soft drink, teh hijau, kopi, dan air mineral. Selain itu disediakan pula keripik dan terdapat penjual martabak Aceh di depan kedai untuk camilan. Sekadar informasi, selain Mie Sedap, di Sabang masih ada varian mie lain yang terkenal yaitu Mie Aceh dan Mie Jalak.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini