Image

Kebanyakan Mainan Membuat Kreativitas Anak Jadi Terbatas

Vessy Frizona, Jurnalis · Kamis 07 Desember 2017, 14:43 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 12 07 196 1826705 kebanyakan-mainan-membuat-kreativitas-anak-jadi-terbatas-SLx39AGBgR.jpg Terlalu banyak mainan bikin anak tidak kreatif (Foto:Sites)

 

SUDAH menjadi kebiasaan anak-anak di kala bermain, semua koleksi mainan dikeluarkan dari boks. Jika bosan dengan mainan A, ganti ke mainan B, bosan lagi ambil mainan C, dan begitulah seterusnya.

Jika diperhatikan, tak ada yang salah dengan gaya bermain anak-anak seperti itu. Ya, namanya juga anak-anak, terserah mereka mau bermain dengan cara apa. Sebagian besar orangtua pun menganggap itu hal biasa, sebagai cara unik anak mengembangkan imajinasi mereka.

BACA JUGA:

Tren Foto Pregnancy Banyak Digandrungi Modern Mom, Begini Pengalaman Nia Ramadhani Bakrie!

Namun, studi baru dari University of Toledo, Amerika Serikat justru menyarankan agar orangtua mengawasi anak saat bermian, baik dari segi waktu dan jumlah mainan. Ternyata anak lebih baik bermian dengan mainan yang lebih sedikit.

"Bila diberi mainan sedikit di sekitarnya, balita akan terlibat lebih lama berkutat dengan satu mainan. Satu mainan memungkinkan mereka lebih fokus mengeksplorasi mainan tersebut, dan menjadi lebih kreatif," kata periset yang menerbitkan jurnal Infant Behavior and Development, seperti dilansir Parents, Kamis (7/12/2017).

Menurut mereka, memiliki lebih sedikit mainan akan menciptakan perkembangan dan permainan sehat bagi anak. Tetapi bukan berarti orangtua harus membatasi koleksi mainan anak atau menyiksa si kecil dengan meniadakan hadiah mainan pada liburan kali ini.

"Dalam hal ini orangtua hanya disarankan mendisiplinkan anak dalam memberi izin mengaskses sejumlah mainan dalam waktu tertentu. Misalnya merekomendasikan mainan apa saja yang boleh dikeluarkan dari boks dalam satu sesi bermain," sambung tulisan tersebut.

 BACA JUGA:

7 Momen Cemburu Ini Tertangkap Kamera dan Bikin Anda Ngakak Sendiri!

Bila anak-anak punya banyak koleksi mainan, keluarkan secara bergulir, sebagain dikeluarkan, sebagian lagi disimpan. Beri anak kesempatan fokus pada satu mainan dulu agar tidak mengacaukan pikiran mereka karena terlalu banyak mainan yang tersedia.

Praktik seperti ini tidak hanya membuat proses merapikan mainan usai bermain menjadi lebih mudah, tapi para peneliti menemukan cara ini membuat anak dapat mengembangkan kreativitas, imajinasi, dan pengembangan keterampilan.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini