Image

Ibu Alami Depresi Setelah Melahirkan, Apa Dampaknya bagi Anak?

Vessy Frizona, Jurnalis · Kamis 07 Desember 2017, 17:34 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 12 07 481 1826623 ibu-alami-depresi-setelah-melahirkan-apa-dampaknya-bagi-anak-gKvvgTqzmO.jpg Ilustrasi (Foto: Parentables)

DEPRESI pasca-melahirkan atau yang biasa disebut postpatrum depression hampir dialami oleh setiap ibu. Sedikitnya, 13% ibu di seluruh dunia mengalami depresi.

Ada berbagai tipe dan durasi depresi yang dialami para ibu. Misalnya tipe depresi biasa yang dialami 6 minggu pertama pasca melahirkan, baby blues yang terjadi setelah 2 minggu, dan depresi lain.

Sayangnya, para ibu sering tidak menyadari ketika mengalami depresi. Apabila tidak ditangani ini akan menjadi depresi yang berbahaya dan berdampak pada pekermbangan dan kondisi psikologis si kecil.

Psikolog Anak, Vera Itabiliana mengatakan, tipe depresi tertentu memiliki pengaruh terhadap perkembangan anak, baik secara psikologis maupun perkembangan. Khususnya di 2 tahun pertama usia bayi.

"Kalau depresi baby blues bisa dipastikan tidak ada dampak psikologis bagi anak. Sebab, durasinya hanya sebentar. Jika keluarga cepat tanggap ibu akan cepat pula kembali ke kondisi normal paling lama dua minggu," kata Vera kepada Okezone saat ditemui belum lama ini di Jakarta.

Namun, sambung psikolog dari Lembaga Terapan Psikologi Universitas Indonesia ini, lain halnya jika ibu mengalami depresi psikosis, yang mana ada gangguan mental yang menyebabkan ketidakmampuan seseorang menilai realita dengan fantasi dirinya, dalam hal ini si ibu.

"Pada depresi tipe ini tentu berdampak ke anak, apalagi kalau durasinya berlangsung jangka panjang. Pastinya akan menghambat perkembangan si kecil di dua tahun pertama," kata Vera.

Baca Juga:

Ada pun dampak yang terjadi pada anak adalah hilangnya kedekatan antara bayi dengan ibunya. Sebab pada 2 tahun pertama setelah kelahiran bayi terjadi pembentukan kedekatan antara ibu dan bayi. Di mana hal itu menjadi sumber yang menentukan tahap perkembangan bayi selanjutnya.

"Tentang bagaimana anak nantinya dapat beradaptasi, karena interaksi pertama anak didapat lewat belajar dengan ibunya. Kemudian bagaimana anak belajar tentang kehidupan. Dia belajar bahwa dunia ini baik, yang mana itu hanya bisa didapat lewat perlakuan ibu ke anak. Kedekatan itu menentukan semuanya," tutup Vera.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini