Image

Keuntungan Mr P Disunat, Bisa Kurangi Risiko HIV

Dewi Kania, Jurnalis · Kamis 07 Desember 2017, 14:46 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 12 07 481 1826710 keuntungan-mr-p-disunat-bisa-kurangi-risiko-hiv-xKGQFHmXOA.jpg Ilustrasi (Foto: Gizmodo)

RISIKO HIV rentan terjadi di kalangan penduduk Indonesia. Salah satu cara untuk mengurangi risiko penyakit tersebut yakni dengan melakukan sirkumsisi alias menyunat Mr P.

Kalau tidak disunat, risiko Mr P kotor dan terinfeksi kuman atau virus. Apalagi kalau Mr P jarang dibersihkan dan melakukan seks tidak aman.

Penyakit HIV berasal dari satu virus yang rentan menempel di kulit bagian dalam Mr P. Kalau tidak dijaga kebersihannya, dampaknya bisa memicu penyakit berbahaya tersebut.

Konsultan Urologi Anak dari Siloam Asri Hospital dr. Irfan Wahyudi SpU(K) menjelaskan, kalau Mr P seorang pria tidak disunat dampaknya bisa menularkan HIV. Apalagi kalau berhubungan seks tidak aman dan perilaku lain yang memicu penyakit ini.

"HIV itu virusnya gampang menempel di kulit bagian dalam. Kalau seandainya Mr P dipotong, tidak ada lagi kuman yang bersarang," ujar dr. Irfan saat Media Gathering membahas Sirkumsisi yang Aman di kawasan Warung Buncit, Jakarta Selatan, Kamis (7/12/2017).

Bahkan, di beberapa negara yang rentan dengan penularan HIV, sunat sangat disarankan. Kalau Mr P disunat virus tidak rentan lagi menyerang.

Seperti di negara Afrika, banyak pria yang disarankan untuk sunat demi mencegah HIV. Juga di Papua, pria diwajibkan mengikuti sunat massal agar tidak menularkan penyakit dengan fenomena bak gunung es tersebut.

Baca Juga:

"Sunat dapat mengurangi risiko HIV. Karena Mr P tidak jadi sarang kuman dalam jangka panjang," ungkapnya.

Di samping itu, Anda harus berhubungan seks aman menggunakan alat kontrasepsi seperti kondom. Belum lagi, ada perilaku lainnya yang harus dijaga, seperti tidak menggunakan jarum suntik sembarangan.

Tak cuma itu, keuntungan sunat juga wajib dilakukan seorang laki-laki untuk mencegah penyakit infeksi. Lebih dari itu, sunat juga bisa mencegah risiko kanker yang umum terjadi pada pria, terutama yang menyerang bagian organ vital.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini