Image

Tidur Sering Mengigau Indikasi Ada Penyakit?

Ajeng Dwiri Banyu, Jurnalis · Kamis 07 Desember 2017, 21:05 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 12 07 481 1826746 tidur-sering-mengigau-indikasi-ada-penyakit-dlqi2olDSs.jpg Ilustrasi (Foto: Huffingtonpost)

ORANG sehat biasanya akan merasa rileks saat berbaring diam dan nyenyak dalam posisi tidur. Namun, jika Anda sering mengalami kegelisahan,berhati-hatilah!

Kebiasaan memukul, menendang, berteriak atau orang Indonesia biasa menyebutnya dengan mengigau, bisa menjadi pertanda adanya kelainan yang terkait dengan penyakit Parkinson.

Menurut sebuah penelitian, Sleep Behavior Disorder atau RBD sangat mungkin diderita oleh para pria. Gangguan perilaku tidur ini paling sering menyerang orang berusia 50-70 tahun dan lebih sering terjadi pada pria daripada wanita.

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal The Lancet Neurology menunjukkan bahwa pria dengan kondisi RBD karena kekurangan dopamin. Dopamin adalah zat kimia di otak yang berguna untuk memengaruhi emosi, gerakan, dan sensasi kenikmatan serta rasa sakit. Akibatnya, penderita akan memiliki risiko terkena penyakit Parkinson atau demensia saat berusia lebih tua.

Penyakit Parkinson terjadi karena kelompok sel saraf di otak yang memproduksi dopamin berhenti bekerja. “Pasien-pasien ini memiliki peradangan otak di daerah dimana sel-sel saraf penghasil dopamin ditemukan.” tutur Morten Gersel Stokholm dari Universitas Aarhus di Denmark.

Baca Juga:

Seperti dilansir dari Indianexpress, periset sebelumnya tidak sadar bahwa ada bentuk radang otak pada pasien sehingga berisiko terkena penyakit Parkinson.

“Temuan ini akan digunakan untuk menentukan pasien dengan gangguan tidur yang nantinya akan mengembangkan penyakit Parkinson. Pada saat bersamaan, hal ini juga bisa membantu mengembangkan obat yang bisa menghentikan atau memperlambat perkembangan penyakit.” jelas Stokholm.

Dalam penelitian ini, pasien dengan RBD yang tidak memiliki bukti klinis kerusakan akibat Parkinson, otak mereka akan dianalisis dengan menggunakan Positron Emission Tomography (PET) di Spalnyol dan Denmark.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini