Image

Anak Laki-Laki Tidak Disunat, Apa Bahayanya?

Dewi Kania, Jurnalis · Jum'at 08 Desember 2017, 05:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 12 07 481 1826852 anak-laki-laki-tidak-disunat-apa-bahayanya-4AtyxHcJZN.jpg Bahaya jika sunat tidak dilakukan pada anak laki-laki (Foto:Ist)

SUNAT atau sirkumsisi sudah menjadi tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Tapi ada beberapa laki-laki yang tidak melakukannya, karena terbentur oleh budaya dan agama.

Saat Anda tidak melakukan sirkumsisi dampaknya bisa menyebabkan gangguan kesehatan, terutama penyakit infeksi. Karena Mr P merupakan area sensitif yang harus dijaga higienitasnya.

Konsultan Urologi Anak dari Siloam Asri Hospital dr Irfan Wahyudi SpU(K) mengatakan, anak laki-laki yang tidak disunat, saat dewasa sering berisiko alami infeksi di bagian Mr P. Hal ini sebaiknya dicegah, karena dalam jangka panjang dapat menimbulkan penyakit berbahaya lainnya.

BACA JUGA:

Melahirkan Operasi Caesar Bayi Cenderung Alami Kegemukan, Benarkah?

"Kalau tidak dilakukan sunat, bagian kepala Mr P dan bagian dalam bisa menempel. Ini jadi sarang kuman dan virus penyebab infeksi," terang dr Irfan saat ditemui di kawasan Warung Buncit, Jakarta Selatan, Kamis 7 Desember 2017.

Saat melakukan sunat, orangtua tidak boleh sembarangan memilih metode. Dampaknya salah-salah bisa mengakibatkan perdarahan.

Apalagi saat ini banyak pilihan metode sunat yang dipraktikkan di dunia kedokteran. Salah satu yang sedang tren yakni sunat tanpa jarum alias menggunakan laser.

"Kalau sembarangan melakukan sirkumsisi bisa timbul infeksi atau perdarahan. Kondisi ini komplikasinya besar dan tidak bisa diamputasi," katanya.

Apalagi kalau memilih metode sunat dengan harga yang murah. Risiko mendapatkan komplikasi sangat besar dan mengganggu aktivitas anak.

BACA JUGA:

Keuntungan Mr P Disunat, Bisa Kurangi Risiko HIV

Belum lagi dampak Mr P tidak disunat jadi sarang virus yang menyebabkan penyakit berbahaya. Termasuk penyakit kanker yang kerap dialami seorang pria.

Dokter Irfan menyebutkan 90% anak laki-laki melakukan sunat. 10% tidak melakukannya karena berbagai alasan.

Sebaiknya orangtua memikirkan tingkat keamanan saat memilih metode sunat. Bujuk pula anak supaya mau dilakukan sirkumsisi supaya kesehatan organ vitalnya terjaga hingga dewasa kelak.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini