Image

Ini yang Harus Dipersiapkan Sebelum Anak Laki-Laki Disunat

Dewi Kania, Jurnalis · Jum'at 08 Desember 2017, 09:00 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 12 07 481 1826958 ini-yang-harus-dipersiapkan-sebelum-anak-laki-laki-disunat-pNfuvma3mG.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

SETELAH melaksanakan Ujian Akhir Semester di sekolah, anak-anak menghadapi libur panjang. Momen ini biasanya dimanfaatkan orangtua untuk menyunat anak laki-laki.

Konsultan Urologi Anak dr. Irfan Wahyudi SpU(K) mengungkapkan, anak laki-laki di Indonesia paling sering melakukan sunat saat libur sekolah. Momen ini benar-benar dimanfaatkan karena anak bisa beristirahat total setelah sunat di waktu libur sekolahnya yang panjang.

"Sunat di Indonesia ini musiman, kalau libur sekolah pasti banyak yang melakukan sunat. Paling banyak anak laki-laki SD," katanya saat ditemui di kawasan Warung Buncit, Jakarta Selatan, Kamis 7 Desember 2017.

Sebelum melakukan hal tersebut, apa saja sih persiapan yang harus dilakukan oleh orangtua dan anaknya? Paling utama Anda harus menanyakan kepada anak, apakah dirinya sudah siap melakukan sunat. Kesiapan ini membantu mempermudah proses sirkumsisi sesuai yang diharapkan.

Lebih lanjut, dokter yang praktik di Siloam Asri Hospital Duren Tiga itu membeberkan berbagai persiapan yang bisa dilakukan oleh orangtua dan anaknya sebelum sunat. Berikut ulasannya yang dirangkum Okezone.

Konsultasi dengan dokter

Sebelum anak disunat, orangtua wajib bertanya-tanya dengan dokter seputar metode sunat yang aman dan bagaimana dengan teknik alatnya. Apakah memadai dan aman untuk anak, atau sebaliknya. Jika dirasa ragu, Anda bisa memantapkan pilihan bersama dengan ahlinya. Jangan sampai salah pilih, karena dampaknya bisa mengganggu kesehatan anak, terutama menyebabkan infeksi.

(Baca Juga: Keuntungan Anak Laki-Laki Disunat Sejak Bayi)

Tanyakan metode sunat yang dipakai

Orangtua harus memilih metode sunat yang aman dan dilakukan oleh tenaga medis. Sebaiknya bertemu dulu dengan dokter, apakah metode sunat yang bakal diterapkan aman untuk si anak. Adapun metode yang dipergunakan yakni metode konvensional, plastibell, mogen clamp, dan metode gomco clamp yang aman.

Lakukan sunat di tempat pelayanan medis

Sunat tidak boleh dilakukan di sembarang tempat dan tenaga ahli yang tidak tepat. Jangan termakan oleh iklan atau promo di luar lokasi pelayanan kesehatan. Apalagi sunat dengan metode tradisional yang ternyata banyak memicu risiko. Jika terjadi komplikasi mendadak, Mr P tidak bisa di-recovery dengan baik. Sementara Mr P adalah organ vital satu-satunya milik laki-laki yang harus dijaga.

(Baca Juga: Keuntungan Mr P Disunat, Bisa Kurangi Risiko HIV)

Perawatan yang benar

Usai disunat, jangan sembarangan merawat Mr P anak. Karena masih terdapat luka, maka harus dikeringkan. Luka bekas sunat sebaiknya dirawat dengan kondisi terbuka. Berikan anak obat sesuai resep dokter, juga biarkan luka kering sendiri sekira satu minggu. (tam)

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini