Image

Patahkan Stigma Wanita Tak Boleh Bikin Sushi, Perempuan Ini Justru Sukses Buka Restoran Sushi

Annisa Aprilia, Jurnalis · Jum'at 08 Desember 2017, 09:14 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 12 08 298 1827144 patahkan-stigma-wanita-tak-boleh-bikin-sushi-perempuan-ini-justru-sukses-buka-resoran-sushi-qRFOmLMen8.jpg Chef Sushi Wanita (Foto: CNN)

MEMBUAT sushi yang banyak dijual di Jepang, kabarnya tidak bisa asal sembarang dibuat. Makanan yang terbuat dari bahan-bahan mentah, dan segar ini memiliki syarat tertentu untuk pembuatnya.

Tidak boleh sembarang orang bisa membuatnya, dan tidak asal orang yang memiliki kemampuan untuk meramunya. Melansir dari CNN, Jumat (8/12/2017), industri pembuatan sushi di Jepang, umumnya memiliki stereotip tertentu, hanya kaum Adamlah yang hanya bisa, dan diizinkan untuk membuat sushi.

Namun, ada seorang wanita yang nekat untuk menjadi pembuat sushi, dan mengubah perspektif mayoritas masyarakat di Jepang. Ya, wanita tersebut bernama Yumi Chiba, ia kerap dikatakan seorang wanita tidak pantas untuk membuat sushi karena memiliki suhu tubuh yang tinggi, yang bisa berdampak pada rasa sushi yang dibuatnya.

Meskipun diberi stigma seperti itu, Yumi tetap menjalani tekadnya untuk meneruskan usaha keluarga. Bakat dan keterampilan Yumi dalam membuat sushi ia dapatkan dari ayahandanya. Restoran tersebut bahkan kabarnya telah dibuka selama delapan dekade.

Kesuksesan Yumi sekarang bukan tanpa cerita, sebab sebelumnya ia tidak pernah berpikir untuk mengikuti jejak ayahnya. Bahkan ia sempat pindah ke Tokyo beberapa tahun untuk menghindari jadi koki sushi.

"Saya sempat menghindar untuk jadi koki sushi, dan pindah ke Tokyo selama 10 tahun lamanya, baru setelah menikah ia kembali ke Shizuoka," ucapnya seperti yang dikutip dari sumber.

Setelah kembali ke kampung halaman, ia kembali membantu ayahnya di restoran sushi keluarga. Lambat laun waktu berjalan Yumi pun jatuh hati pada sushi, dan menjadi koki sushi.

Namun, kisah Yumi sebagai wanita pembuat sushi bukan tanpa masalah. Oleh karena perspektif masyarakat yang mengatakan wanita tidak bisa membuat sushi yang enak, Yumi seringkali disepelekan dan direndahkan kemampuannya.

Banyak orang yang mengatakan sushi harus dibuat dari tangan orang yang hangat sementara tangan wanita suhunya lebih dingin, mengenakan riasan wajah, dan masih banyak lagi kalimat sumbang yang didapatkan Yumi.

"Orang sering mengatakan kepada saya, 'Anda harus membuat sushi lebih lembut karena Anda wanita,' tapi itu salah, tidak ada faktor feminitas atau maskulinitas saat membuat sushi. Koki sushi adalah koki sushi," ucapnya.

Masalah satu persatu menghampiri, salah satunya Yumi harus menderita kanker, hingga ia harus dioperasi. Namun, beruntung Dewi Fortuna berada dipihaknya, dan setelah operasi sukses ia bisa kembali ke restoran, dan mendapati semua orang telah melakukan perubahan perspektif.

"Bagi saya , membuat sushi berarti membuat pelanggan di depan saya bahagia. Ketika saya meninggal, saya akan merasa senang menjadi koki sushi. Saya senang karena saya telah melakukannya," pungkas Yumi.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini