Image

Strategi Indonesia Tingkatkan Kunjungan Wisman di Perbatasan

Annisa Aprilia, Jurnalis · Jum'at 08 Desember 2017, 17:02 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 12 08 406 1827330 strategi-indonesia-tingkatkan-kunjungan-wisman-di-perbatasan-6zQ7qDpb61.JPG Keindahan Batu Ampar Kalbar (Foto: @siarsampan/Instagram)

BERDAMPINGAN dengan beberapa negara tetangga membuat Indonesia memiliki cukup banyak daerah perbatasan. Tidak seperti negara lainnya, yaitu Jerman, Belgia, Perancis, dan Malysia, yang telah mendapatkan kunjungan wisatawan mancanegara cukup besar dari negara tetangga di wilayah perbatasan, Indonesia masih terbilang negara yang kunjungannya kecil.

Pada 2017 ini pemerintah melalui Kementerian Pariwisata Republik Indonesia telah mendapatkan data kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) cross border ke Indonesia mecapai 2,83 juta wisman, atau 90,17 persen, dari target sebesar 3,14 juta. Angka kunjungan tersebut didapatkan dari kegiatan wisman yang melancong ke Indonesia tepatnya daerah perbatasan mulai Januari hingga Oktober 2017.

"Pariwisata di Indonesia yang border tourism hanya sebesar 20 persen. Padahal, di Belanda ada sekira 93 persen border toursimnya dari negara tetangga. Sedangkan, Malaysia 69 persen, semua negara yang dekat dengan Indonesia memeroleh angka di atas 50 persen, mengapa Indonesia rendah?" ucap Arief Yahya, Menteri Pariwisata dalam kesempatan Rapat Cross Border 2017, Calendar Evnt Cross Border 2018, di Hotel Alila, Jakarta, Jumat (8/12/2017).

Lebih lanjut, dalam siaran pers juga disebutkan, posisi Indonesia yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, seperti Malaysia, Timor Leste, dan Papua Nugini yang bisa dicapai melalui darat, atau yang lewat laut yaitu India, Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, Filipina, Republik Palau, Australia, Timor Leste,dan Papua Nugini) mempunyai potensi besar dalam menarik kunjungan wisatawan mancanegara cross border yang sedang digenjot oleh pemerintah.

Ada banyak negara tetangga yang berada di sekitar Indonesia, namun angka kunjungan wisman daerah perbatasan masih di bawah angka 50%. Ini artinya pemerintah harus memiliki strategi untuk terus meningkatkan angka tersebut.

"Kita menggunakan strategi kedekatan jarak, dan kebudayaan. Misalnya, Malaysia, kemarin itu saya itu juga ke sana untuk sebuah event yang banyak keturunan Bengkulu, mereka sangat ingin sekali pulang dengan penerbangan langsung. Begitu juga Kalimantan Barat ke Kuching Serawak, itu akan menjadi lebih mudah, yang dari Tawau juga," imbuh Arief.

Selain strategi kedekatan, pemerintah juga akan menggunakan strategi kebudayaan. Dengan strategi yang kedua ini, Indonesia diharapkan mampu menarik wisatawan mancanegara cross border untuk datang berkunjung.

"Negara-negara yang bertetangga selain Indonesia, mereka banyak dikunjungi karena letaknya berdekatan, dan bisa diakses lewat darat (overland), seperti Belanda, dan Malaysia. Perjalanan melalui darat lebih disenangi oleh wisman karena dalam perjalanannya sendiri mereka anggap pariwisata, dan wisman yang datang ke Malaysia dari Singapura pun datang karena ada jembatan. Coba kalau jembatannya di putus, saya jamin kesaktiannya menghilang," lanjut Arief.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini