Image

Gunung Agung Masih Berpotensi Erupsi, Menpar: Wisnus Bisa Tetap ke Bali

Annisa Aprilia, Jurnalis · Jum'at 08 Desember 2017, 19:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 12 08 406 1827398 gunung-agung-masih-berpotensi-erupsi-menpar-wisnus-bisa-tetap-ke-bali-NShBX7Y5bO.jpg Wisatawan melihat Gunung Agung (Foto: EPA)

GUNUNG Agung belakangan ini sedang menunjukkan keagungannya. Gunung yang berada di Pulau Dewata tepatnya Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem itu sempat meletus hebat pada 1963, dan pada September 2017 hingga kini belum juga bersahabat.

Akibat dari bencana alam yang terjadi, berimbas pula pada kunjungan wisatawan Nusantara dan mancanegara yang mulanya merencanakan berlibur ke Bali, atau yang sedang berada di pulau itu. Namun, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pariwisata telah melakukan sebuah aksi tanggap darurat bencana untuk melindungi wisatawan.

"Kita punya crisis center yang dipimpin oleh eselon satu, dan saya pun sangat fokus di situ. Ada tiga hal yang akan kami berikan, pertama informasi terkini, kedua pelayanan terhadap wisatawan, dan yang ketiga yaitu dampak serta pemulihan daerah bencana," ucap Arief Yahya, Menteri Pariwisata Republik Indonesia, dalam kesempatan Rakor Cross Border 2017, Calendar Event Cross Border 2018, di Hotel Alila, Jakarta, Jumat (8/12/2017).

Dalam pemaparan lebih lanjut, Arief memaparkan, informasi terkini terkait letusan Gunung Agung hingga pukul 09.00 pagi hari ini, kondisinya masih berpotensi untuk erupsi. Selain itu, dari kabar yang telah dihimpun Okezone pun Gunung Agung kembali erupsi pada pukul 07.59 waktu setempat, dengan ketinggian asap berwarna kelabu mencapai 2.100 meter condong ke arah barat.

"Informasi terkini sampai dengan jam 9 pagi ini kondisinya yaitu potensi untuk erupsi masih ada, itu sudah kesimpulannya. Lalu, kalau pelayanan wisatawan sudah bagus sekali, lebih bagus dari Merapi, pelayanannya lebih bagus," imbuhnya.

Tidak cukup sampai di situ, Arief pun memberikan pujian pada pihak-pihak terkait seperti akomodasi atau penginapan yang juga telah berkontribusi ketika kondisi Gunung Agung tidak bersahabat. Wisatawan domestik atau mancanegara yang tidak dapat kembali ke daerahnya masing-masing, dan terpaksa untuk tinggal lebih lama di penginapan diberikan tawaran menarik.

"Pelayanan penginapan lebih bagus, saat hari pertama wisatawan diberikan free, hari berikutnya diskon hingga 50 persen, sekarang diteruskan lagi paket-paket murah lainnya, itu bagus," tambah Arief.

Dampak lainnya yang juga dirasakan oleh pemerintah, khususnya dibidang pariwisata, yaitu menurunnya devisa atau pendapatan negara. Bahkan, angka yang diakibatkan dari bencana alam ini mencapai Rp9 triliun.

Baca Juga:

"Dampak per harinya itu Rp250 miliar, lalu dikalikan dengan 36 hari yang terhitung sejak erupsi hingga 31 Desember nanti, maka akan muncul angka Rp9 triliun," ucap Arief.

Namun, wisatawan domestik yang telah berencana untuk menghabiskan akhir tahun di Bali tidak perlu khawatir lagi. Pasalnya, Menteri Pariwisata Arief Yahya tidak memiliki himbauan pada para traveler.

"Tetap bisa ke Bali, kalau terjadi apa-apa anggap perjalanan dari Denpasar ke Banyuwangi sebagai liburan. Saya juga akan meyakinkan plan B-nya, kalau terjadi apa-apa dengan mudah pindah ke Lombok atau Banyuwangi," pungkasnya.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini