Image

Waspada, Jet Lag Meningkatkan Risiko Kanker, Ini Kata Ahli!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 08 Desember 2017, 10:49 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 12 08 481 1827194 waspada-jet-lag-meningkatkan-risiko-kanker-ini-kata-ahli-1Z74zdgw45.jpg Travelling (Foto: Dailymail)

MULAI sekarang jangan pernah remehkan kondisi jet lag tubuh Anda. Meskipun itu hanya kondisi sesaat, tapi, siapa sangka hal tersebut berbahaya bagi tubuh Anda! 

Menurut penelitian terbaru, jet lag mampu meningkatkan risiko kanker. Dikutip dari Daily Mail, Jumat (8/12/2017), protein yang sama yang mengendalikan multiplikasi sel ternyata juga memengaruhi jam tubuh internal manusia.

Penulis utama Dr Angela Relógio dari Charité-Medical University di Berlin, menjelaskan, berdasarkan hasil penelitian timnya, tampaknya kondisi jet lag bertindak sebagai penekan tumor di tubuh manusia.

"Orang tidak bisa berhenti bertanya-tanya apakah waktu yang berbeda itu dapat dijadikan sebagai awal mula terciptanya sel kanker, tapi kami coba membuktikan itu," paparnya. 

Perlu Anda ketahui, jam internal manusia selaras dengan isyarat cahaya dan gelap eksternal, dan hal itu mendorong perilaku dan tingkat aktivitas orang.

Seseorang didiagnosis menderita kanker setiap dua menit di Inggris, dengan tumor payudara, prostat, paru-paru, dan usus. Keadaan ini terjadi pada lebih dari separuh kasus yang ada.

Bagaimana penelitian ini dilakukan?

Para peneliti menganalisis protein yang dikenal sebagai RAS, yang tidak normal yang aktif pada sekitar seperempat sel kanker pada tikus. Peneliti juga menyelidiki dua protein yang diketahui dapat menekan kanker; INK4a dan ARF. Temuan ini dipublikasikan di jurnal PLOS Biology.

Hasil mengungkapkan, RAS yang diketahui bisa mengendalikan multiplikasi sel ini juga mempengaruhi jam tubuh internal seseorang. Hal ini terjadi melalui protein yang sebaliknya menekan kanker.

Para periset percaya temuan mereka menyoroti pengaruh jam tubuh internal manusia terhadap multiplikasi sel dan potensi mereka untuk mencegah kanker.

Dr Relógio menjelaskan, berdasarkan hasil penelitiannya, jam tersebut kemungkinan besar akan bertindak sebagai penekan tumor. Ini terjadi setelah para periset dari New York University menemukan bahwa bentuk sel ini berfluktuasi dari waktu ke waktu, yang menentukan kondisi kesehatan manusia dan dapat dikaitkan dengan planetets kanker!

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini