Image

Kondisi Pekerja Bangunan WC yang Digigit Komodo di NTT Sudah Membaik

Dewi Kania, Jurnalis · Jum'at 08 Desember 2017, 12:50 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 12 08 481 1827249 kondisi-pekerja-bangunan-wc-yang-digigit-komodo-di-ntt-sudah-membaik-9FbxsGlfue.jpg Komodo serang manusia (Foto:Floresa)

 

SEORANG  pekerja bangunan di Taman Nasional Komodo  di Nusa Tenggara Timur (NTT) Yosep Paska (42) digigit komodo. Namun kondisinya saat ini sudah berangsur membaik setelah mendapat perawatan insentif.

Yosep langsung mendapatkan perawatan gawat darurat dan intensif di rumah sakit. Dia terkena gigitan komodo di pangkal paha dan tangan yang mengakibatkan luka robek.

Saat diserang komodo, pria asal Desa Bangka Lao, Ruteng, Manggarai, NTT tersebut sedang menggarap pekerjaan bangunan di kawasan taman nasional. Dampaknya bisa fatal, tapi beruntung Yosep mendapatkan perawatan pasca terkena gigitan.

BACA JUGA:

Waspada, 5 Makanan Ini Bisa Memicu Kanker!

dr Nikolaus L Tallo dari Siloam Labuan Bajo Hospital mengatakan, Yosep telah mendapatkan perawatan yang tepat. Kini dia bisa pulang ke rumah dan beraktivitas kembali.

"Kondisi pasien Yosep sudah membaik. Ia telah diizinkan pulang. Dalam perawatan dan observasi, kondisi pasien mengalami peningkatan yang positif," ujar dr Nikolaus kepada Okezone, Jumat (8/12/2017).

Untuk kasus seperti Yosep, menurut dr Nikolaus butuh mendapatkan observasi selama tiga hari. Saat dirawat, kondisi pasien mengalami perbaikan yang signifikan.

Gigitan komodo mengandung racing berbahaya yang bisa mengganggu kesehatan manusia. Terlebih bisa langsung menyebabkan korban meninggal dunia apabila tidak cepat ditolong.

BACA JUGA:

Pentingnya Medical Check Up sejak Dini

Kronologinya, Yosep diserang komodo ketika sedang mengerjakan bangunan di dalam kawasan Taman Nasional Komodo (TNK), pada 30 November 2017. Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis pukul 11.35 WITA di Loh Buaya, Desa Rinca, Kabupaten Manggarai Barat.

"Beruntung, Yosep segera dilarikan ke rumah sakit pasca digigit. Dia telah mendapatkan pertolongan pertama yang benar oleh petugas taman nasional dan rekannya," pungkas dr Nikolaus.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini