Wabah Difteri Sudah Melanda 11 Provinsi

Agregasi Antara, Jurnalis · Senin 11 Desember 2017 02:01 WIB
https: img.okezone.com content 2017 12 10 481 1828231 wabah-difteri-sudah-melanda-11-provinsi-4HKUj0Ohgf.jpg

JAKARTA – Wabah difteri sudah merajalela seantero negeri. Kementerian Kesehatan mencatat penyakit menular ini sudah melanda 11 dari 34 provinsi. Bahkan semuanya sudah berstatus kejadian luar biasa (KLB).

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kementerian Kesehatan Oscar Primadi mengatakan sudah ada 11 provinsi yang melaporkan kejadian luar biasa (KLB) difteri di kabupaten/kota pada kurun waktu Oktober-November 2017.

"Provinsi yang melaporkan KLB adalah Sumatera Barat, Jawa Tengah, Aceh, Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, Riau, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur," kata Oscar melalui pesan tertulis di Jakarta, Minggu (10/12/2017).

Difteri adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphteriae dan dapat menyebabkan kematian terutama pada anak-anak.

Difteri memiliki masa inkubasi dua hari hingga lima hari dan akan menular selama dua minggu hingga empat minggu. Penyakit itu sangat menular dan dapat menyebabkan kematian jika tidak ditangani secara cepat.

Gejala awal difteri bisa tidak spesifik seperti demam tidak tinggi, nafsu makan menurun, lesu, nyeri menelan dan nyeri tenggorokan, sekret hidung kuning kehijauan dan bisa disertai darah.

Namun, difteri memiliki tanda khas berupa selaput putih keabu-abuan di tenggorokan atau hidung yang dilanjutkan dengan pembengkakan leher atau disebut dengan "bull neck".

Oscar mengatakan imunisasi masih merupakan cara yang ampuh untuk menangani difteri. Karena itu, dia mengimbau masyarakat agar tidak ragu mendatangi fasilitas kesehatan untuk mendapatkan imunisasi difteri.

"Kita harus cegah dengan imunisasi, tidak ada cara lain. Harus lengkap dan tuntas. Silakan datang ke fasilitas kesehatan, vaksinnya gratis," katanya pula.

Pendapat Oscar dikuatkan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Organisasi ini menyatakan penyakit difteri dapat dicegah dengan melakukan imunisasi sesuai jadwal yang direkomendasikan Kementerian Kesehatan atau IDAI.

(Baca Juga: Waspada, Difteri Telah Merenggut Korban Jiwa)

Menurut laman resmi IDAI, penyakit difteri sangat menular dan dapat menyebabkan kematian. Imunisasi adalah perlindungan terbaik terhadap kemungkinan tertular penyakit difteri, yang dapat diperoleh dengan mudah di berbagai fasilitas kesehatan pemerintah maupun swasta.

Pada anak usia kurang dari setahun, imunisasi difteri dilakukan sebanyak tiga kali. Sedangkan anak usia setahun hingga lima tahun harus mendapat imunisasi ulangan sebanyak dua kali.

(Baca Juga: Daftar 12 Kota/Kabupaten Wajib Lakukan Imunisasi Difteri)

Anak usia sekolah harus mendapatkan imunisasi difteri melalui program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). Siswa SD mendapatkan imunisasi saat kelas I, II, III atau V.

Setelah itu, imunisasi ulangan dilakukan setiap 10 tahun, termasuk terhadap orang dewasa. Apabila status imunisasi belum lengkap, IDAI menyarankan masyarakat untuk segera melakukan imunisasi di fasilitas kesehatan terdekat.

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini