nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Melakukan Filler di Wajah? Penjelasan Dokter Kecantikan Ini akan Mengejutkan Anda!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 11 Desember 2017 14:02 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 12 11 481 1828477 melakukan-filler-di-wajah-penjelasan-dokter-kecantikan-ini-akan-mengejutkan-anda-IF0W0Gh905.jpg Ketentuan saat melakukan filler di wajah (Foto:Shutterstock)

 

TREN bibir tebal atau juga melakukan mengurangan lemak di pipi menjadi tren tahun ini yang banyak dilakukan perempuan. Untuk bibir tebal, tren ini dipopulerkan oleh Kylie Jenner yang katakanya sedang hamil dan bersiap melahirkan di Februari 2018.

Tapi, tahukah Anda, ada hal yang penting untuk diketahui sebelum akhirnya Anda melakukan filler di wajah, khususnya di bagian pipi. Pasalnya, jika Anda mengalami masalah penebalan pipi yang terlalu besar atau terlihat seperti pembengkakan yang tidak wajar, itu adalah masalah bagi Anda!

BACA JUGA:

4 Buah Ampuh untuk Turunkan Kolesterol Tinggi Secara Alami

Seperti yang dijelaskan Dokter Kecantikan Dr Tracy Mountford, jika pipi Anda terasa lebih kenyal dan lebam akibat suntikan filler, kondisi itu perlu diwaspadai dengan bijak. Sebab, benjolan kecil yang terdapat di bekas suntikan filler itu akan menjadi infeksi yang serius.

Dilansir dari Daily Mail, Senin (11/12/2017), benjolan kecil setelah penggunaan filler injeksi apapun, termasuk pengisian asam hialuronat (bahan filler) pun perlu diwaspadai. Meskipun, bahan tersebut tergolong dalam cairan premium.

Salah satu penyebab paling sering terjadi dari masalah ini adalah penanganan yang tidak profesional. Perlu Anda ketahui, banyak dari dokter kecantikan yang masih belum mahir dalam menangani filler ini, sehingga risiko pembengkakan di area suntikan itu menjadi tinggi.

Dr Tracy melanjutkan, benjolan biasanya disebabkan saat cairan filler terlalu banyak ditambahkan di wajah. Alasan lainnya juga karena penyuntikan dilakukan terlalu dekat dengan permukaan kulit. Hal ini akan membuat wajah Anda terkesan seperti bengkak atau pun jika dibiarkan bisa terjadi peradangan kulit!

Maka dari itu, sambung Dr Tracy, bagi mereka yang memiliki kulit sedikit lebih tebal, itu malah akan sangat menguntungkan. Praktisi yang akan melakukan tindakan akan menyesuaikan teknik sesuai dengan kulit Anda. Jadi, sekali lagi, pilih dokter yang memang berpengalaman di bidangnya, ya.

Dr Tracy juga memberikan sedikit tips. Yaitu sesaat setelah Anda melakukan filler, ada baiknya Anda jangan menyentuh bagian tersebut dengan apapun selama 24 jam. Jadi, biarkan bekas suntikan itu beradaptasi dengan tubuh Anda. Pembengkakan juga bisa terjadi karena adanya tekanan atau gesekan yang keras antara tubuh Anda dengan bekas suntikan.

BACA JUGA:

Artis Cantik Korea Ini Dulu Bekerja di Peternakan, Kini Dijuluki Dewi Kecantikan

Sementara itu, jika benjolan muncul setelah perawatan, dokter Anda mungkin akan menyarankan untuk memijat lembut area yang bengkak tersebut. Ini tentunya harus dilakukan dengan sangat teliti. Salah pijat malah bisa menginfeksi bagian lainnya. Selain itu, benjolan juga bisa diobati dengan suntikan hyaluronidase.

Cairan tersebut adalah enzim yang cepat larut dalam filler dan meninggalkan asam hyaluronic alami dari kulit Anda. Tindakan ini lebih profesional. Sebab, setelah penyuntikan itu, kulit terasa lebih empuk selama beberapa hari. Tapi, itu bukan masalah, ya.

Dr Tracy menegaskan, jika kondisi bagian wajah yang di-filler semakin mengkhawatirkan, sebaiknya segera menghubungi dokter Anda kembali untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Ingat, tetap menjaga kebersihan kulit juga perlu dilakukan agar meminimalisir infeksi bakteri atau kuman.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini