nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Anak Main Smartphone Sebelum Tidur Tingkatkan Risiko Obesitas

Ajeng Dwiri Banyu, Jurnalis · Selasa 12 Desember 2017 08:23 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 12 12 481 1828929 anak-main-smartphone-sebelum-tidur-tingkatkan-risiko-obesitas-kPNhKyaP3k.jpg Ilustrasi (Foto: Thestatesman)

TIDAK sedikit anak di jaman sekarang yang sudah memiliki pegangan smartphone bahkan di usia mereka yang masih bisa dibilang dini. Para orangtua membiarkan anak mereka memegang perangkat digital tersebut dengan alasan agar mudah dihubungi.

Namun, nyatanya anak-anak justru lebih sering menggunakan smartphonenya untuk menonton tv ataupun bermain game. Namun, perlu disadari bahwa kebiasaan ini bisa meningkatkan risiko kegemukan atau obesitas.

Menurut penelitian seperti dilansir dari Indianexpress, jika anak Anda secara teratur terbiasa bermain game sebelum tidur memiliki rata-rata durasi tidur kurang dari 30 menit dibanding mereka yang tidak. Kurangnya tidur ini tidak hanya menyebabkan kelelahan dan masalah pada sekolah mereka namun juga mengganggu kebiasaan makan. Hal inilah yang menyebabkan indeks massa tubuh lebih tinggi dari biasanya.

“Kami melihat dengan teknologi bahwa hal ini berkaitan dengan kurangnya waktu tidur yang tinggi dan menyebabkan kelelahan pada pagi hari sehingga mempunyai risiko seperti BMI yang lebih tinggi.” ujar Caitlyn Fuller seorang peneliti di Pennysylvania State University di AS.

Baca Juga:

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Global Pediatris Health meneliti kebiasaan tidur dari 234 anak berusia antara 8-17 tahun. Menurut rekomendasi dari American Academy of Pediatrics (AAP) menyarankan agar orang tua harus menciptakan batas-batas seputar penggunaan teknologi. Cara paling tepat adalah dengan mengharuskan anak-anak mereka menyingkirkan perangkat mereka selama waktu makan dan membuat berhenti menggunakan telepon genggam pada malam hari.

Malam hari adalah waktu yang paling nyaman untuk bermalas-malasan. Namun, jangan terlalu sering menggunakan smartphone dalam jangka panjang. Karena bukan hanya kesehatan mata yang akan terganggu namun juga masalah kesehatan tubuh yang bisa berujung pada kegemukan atau obesitas.

Perkembangan otak terganggu

Selain meningkatkan risiko obesitas, kecanduan smartphone juga memiliki dampak lain terhadap perkembangan anak. Penelitian terbaru menunjukkan hasil yang sangat mengkhawatirkan, studi ini dilakukan oleh Common Sense Media, sebuah organisasi yang berfokus pada media, teknologi dan dampak terhadap masyarakat.

Riset menyasar anak-anak usia 8 tahun. Mereka diketahui sudah aktif menggunakan layar sentuh pada 2013, saat itu usia mereka kira-kira sekitar 3-4 tahun. Hasilnya menunjukkan pada 3-4 tahun kemudian, durasi waktu anak-anak itu memakai layar sentuh meningkat 3 kali lipat.

Selain itu, studi yang ditunjukkan oleh University of Lowa mengonfirmasi bahwa kebisingan yang dihasilkan dari video game atau film berdampak negatif terhadap perkembangan otak anak dan menenggelamkan konsentrasi mereka saat belajar.

American Academy of Pediatrics (AAP) mengeluarkan imbauan untuk anak-anak di bawah usia 18 bulan tidak boleh bersentuhan dengan gedget. Paling tidak mereka boleh dikenalkan dengan gadget pada usia 2 tahun.

Ada efek perilaku yang dihasilkan jika anak-anak dibiarkan lama di depan layar. Misalnya terkontaminasi tayangan berbau seksual dan kekerasan. Orangtua diharapkan dapat menjadi pengawas guna membatasi pemakaian gedget tidak lebih dari satu jam sehari.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini