KB Implan Solusi Efektif Cegah Lonjakan Penduduk di Indonesia

Ajeng Dwiri Banyu, Jurnalis · Selasa 12 Desember 2017 10:03 WIB
https: img.okezone.com content 2017 12 12 481 1828934 kb-implan-solusi-efektif-cegah-lonjakan-penduduk-di-indonesia-VIuEi9KEzm.jpg Ilustrasi (Foto: Telegraph)

POPULASI penduduk di Indonesia semakin meningkat dari tahun ke tahun. Pemerintah pun mengambil langkah tepat untuk mengurangi pertumbuhan penduduk ini, salah satunya dengan mengadakan program KB. Namun, ternyata KB juga memiliki manfaat lain.

KB bisa dilakukan dengan mengonsumsi pil KB, suntik KB, dan yang paling ampuh adalah susuk atau implan. Keberhasilan dalam beberapa cara di atas berbeda-beda. Namun, menurut Julianto Witjaksono selaku Dokter Spesialis Obstetri Ginekologi mengatakan bahwa implan memiliki tingkat keberhasilan KB yang paling tinggi.

Sekira 4,4% keberhasilannya lebih tinggi dibandingkan dengan mengonsumsi pil yang hanya berkisar 13,2%. Ia juga menambahkan bahwa susuk atau implan jauh lebih praktis daripada suntik.

Meskipun sudah diakui tingkat keberhasilannya yang tinggi, stok untuk KB implan ini masih terbatas sehingga antusiasme masyarakat yang ingin melakukan implan KB juga sulit terpenuhi. "Jika kita mengonsumsi pil KB, dalam beberapa tahun setelah mengonsumsi bisa menyebabkan efek samping yaitu penyakit kanker. Namun, untuk penggunaan implan tidak ada efek samping apalagi menyebabkan kanker." ujarnya saat ditemui Okezone, Senin 11 Desember 2017.

Metode kontrasepsi yang perlu kita ketahui ada 3 macam, yaitu jangka pendek (pil KB, dan suntik), jangka panjang tidak permanen (IUD, dan KB implan), dan jangka panjang permanen (tubektomi, dan vasektomi).

Baca Juga:

Mekanisme kerja KB implan adalah dengan cara menekan hormon yang menyebabkan ovulasi dari otak dan vagina. Manfaatnya pun bisa dirasakan pengguna, di antaranya mengurangi risiko penyakit radang panggul, mengurangi risiko anemia defisiensi besi, dan mengurangi risiko kehamilan ektopik.

Dr. Julianto juga menyebutkan bahwa semua wanita boleh dan bisa menggunakan atau memasang KB implan ini. Meskipun sedikit mahal, penggunaan KB implan ini bisa membantu pemerintah atas kebijakan yang telah ada dan bisa mengurangi pertambahan populasi masyarakat Indonesia yang sudah semakin banyak.

Beda kontrasepsi implan KB dan IUD

Sama-sama jenis alat pengendali kehamilan jangka panjang, implan KB dan IUD memiliki perbedaan dari segi manfaat dan cara kerjanya. Seperti dijelaskan oleh Guru Besar Ilmu Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof Dr dr Biran Affandi, SpOG(K), FAMM beberapa waktu lalu, dari segi lokasi pemasangan dua alat kontrasepsi ini letaknya berbeda. Bila implan KB dipasang di bagian lengan, sementara IUD dipasang di bagian leher rahim.

Tak hanya itu, cara kerja implan KB untuk menekan terjadinya ovulasi yang dialami wanita. Sementara IUD, lebih untuk dapat menghalangi sperma saat hendak membuahi sel telur.

Sementara dari segi manfaat, implan KB mampu menekan kehamilan sekira 3 hingga 5 tahun. IUD manfaatnya lebih panjang yaitu lebih dari 5 tahun, dan bisa dipasang sampai usia menopause.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini