Vaksin Difteri Haram? Begini Penjelasan Imam Besar Masjid Istiqlal

Ajeng Dwiri Banyu, Jurnalis · Selasa 12 Desember 2017 09:14 WIB
https: img.okezone.com content 2017 12 12 481 1828944 vaksin-difteri-haram-begini-penjelasan-imam-besar-masjid-istiqlal-EySCZDAKIL.jpg Ilustrasi (Foto: Telegraph)

WABAH difteri menjadi perbincangan di kalangan masyarakat Indonesia baru-baru ini. Penyakit ini disebut-sebut sebagai salah satu kejadian luar bisa (KLB) yang terjadi di tahun 2017. Setidaknya, sebanyak 11 provinsi di Indonesia terkena wabah mengerikan ini.

Difteri termasuk penyakit yang mudah menyebar sehingga menimbulkan ketakutan masyarakat. Orang yang terkena penyakit ini akan mengalami gejala demam tinggi, susah atau sakit saat menelan yang disertai dengan sesak napas dan yang paling parah dari penyakit ini adalah bisa menyebabkan kematian.

Korban difteri semakin lama kian bertambah banyak. Himbauan untuk memberikan vaksin kepada anak yang belum terjangkit semakin gencar dilakukan pemerintah. Pemberian vaksin atau imunasi menjadi cara tercepat yang dapat pemerintah lakukan demi menekan tingkat pertumbuhan penyakit ini.

Namun, masalah tak selesai sampai disini. Beberapa masyarakat justru enggan membawa anaknya untuk divaksin karena beranggapan bahwa vaksin yang diberikan tidak halal dan sesuai dalil Islam. Tingkat kesadaran masyarakat yang masih rendah menjadi salah satu penyebab semakin banyaknya anak yang terjangkit wabah ini. Ini kemudian menjadi polemik di masyarakat apakah harus memberikan vaksin kepada anaknya atau tidak.

Menanggapi keresahan masyarakat yang terjadi, Nasaruddin Umar selaku Imam Besar Masjid Istiqlal memberikan penjelasan bahwa seharusnya masyarakat tidak perlu khawatir tentang haram tidaknya vaksin yang diberikan. Dalam Islam, ada keadaan di mana kita diperbolehkan untuk menghalalkan segala cara jika sudah menyangkut nyawa. Misalnya, dalam keadaan darurat umat Islam boleh mengonsumsi babi pada hari di mana tidak ada lagi makanan yang bisa dimakan selain babi tersebut.

”Masyarakat tidak perlu panik dan khawatir tentang anggapan bahwa vaksin tersebut haram, karena dalam hal ini kita sebaiknya mengutamakan keselamatan nyawa anak-anak kita dengan upaya pencegahan melalui penyuntikan vaksin tersebut.” ujarnya saat dihubungi via telepon oleh Okezone.

Baca Juga:

Difteri disebabkan oleh kuman Corynebacterium diphtheria yang menyerang saluran pernapasan sehingga penderitanya merasa kesulitan bernapas. Untuk, itu sebelum persebaran kuman ini semakin meluas, kita juga harus cepat dalam upaya pencegahan penyakit ini.

“Saya juga berharap agar pemerintah khususnya Kementerian Agama segera memberikan pernyataan mengenai keresahan di antara masyarakat ini. Klarifikasi sangat diperlukan agar tercapai jalan keluar dari masalah yang ada.” lanjutnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini