nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ingin Lebih Bahagia? Coba Rutin Latihan Zumba

Maharani Putri Sabillah, Jurnalis · Rabu 13 Desember 2017 07:03 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 12 12 481 1829276 ingin-lebih-bahagia-coba-rutin-latihan-zumba-Pro6WTpfcn.jpg Zumba (Foto: Thetecake)

BARU-baru ini penelitian menunjukkan bahwa orang yang tidak mengikuti kelas Zumba mengalami efek positif jangka panjang terhadap masalah kesehatan, terutama pada masalah emosional.

Berdasarkan riset dari University of Granada (UGR), Spanyol, bersama tim peneliti National University of Chimborazo, Ekuador, mengungkapkan bahwa kelas Zumba dapat memengaruhi kualitas hidup seseorang. Hal tersebut sebagaimana yang telah dilansir dari AsiaOne (13/12/2017).

BACA JUGA:

Zumba terinspirasi dari bahasa Latin. Gerakannya mirip seperti gerakan dansa Amerika Latin yang menggabungkan antara ritme cepat dan lamban untuk memberikan latihan tubuh secara total, sekaligus kardio dan resistensi.

Penelitian tersebut dilakukan dengan cara merekrut 60 pekerja yang dianggap tidak aktif bergerak, maksudnya mereka yang menghabiskan 8 jam hanya untuk menyelesaikan tugas-tugas mereka di atas kursi tanpa berpindah posisi.

Kemudian para pekerja tersebut diminta menghadiri program latihan fisik sebanyak tiga hari dalam satu pekan selama satu setengah bulan. Setiap latihan berdurasi satu jam dan diadakan pada akhir hari kerja yang diajarkan oleh instruktur kebugaran ZIN Zumba.

Dalam penelitian yang dilakukan oleh tim periset, mereka mengukur delapan dimensi yang berbeda, di antaranya keadaan sosial, emosional, keadaan psikis, kejiwaan, fungsi fisik, vitalitas, kesehatan mental, dan kesehatan umum.

Pada akhir program, para periset menemukan bahwa mengikuti kelas Zumba telah menyebabkan perbaikan yang signifikan pada sebagian besar dimensi. Bahkan, saat dua bulan setelah program berakhir, mayoritas pekerja tetap mempertahankan tingkat yang lebih tinggi daripada yang tercatat di awal untuk semua delapan dimensi.

Tim juga menemukan bahwa dari delapan dimensi, dimensi emosianal-lah yang mendapat peningkatan terbesar. Fakta menemukan bahwa saat awal program, dimensi emosional pada para pekerja memiliki nilai terendah, sedangkan pada akhir program dimensi emosial berubah menjadi nilai tertinggi.

 BACA JUGA:

Penemuan ini juga mendukung penelitian sebelumnya yang telah menunjukkan bahwa olahraga tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan fisik, tetapi juga baik bagi emosional seseorang, termasuk dalam menangkal depresi pada orang dewasa dan anak-anak serta membuat hidup lebih bahagia.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini