nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perawatan Paliatif Minimalisir Rasa Sakit Pasien hingga Ajal Menjemput

Tiara Putri, Jurnalis · Rabu 13 Desember 2017 16:29 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 12 13 481 1829729 perawatan-paliatif-minimalisir-rasa-sakit-pasien-hingga-ajal-menjemput-c8GYi5Ahwo.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

TIDAK bisa dipungkiri jikalau kematian terkadang membuat seseorang merasa takut. Terlebih ajal bisa kapan saja menjemput. Entah itu karena sakit, kecelakaan, ataupun secara tiba-tiba.

Kematian karena kecelakaan atau terjadi secara tiba-tiba tentu akan membuat kerabat dekat terkejut. Tapi biasanya, bila seseorang sudah sakit sebelum akhir hayatnya, kerabat bisa menjadi lebih ikhlas. Banyak dari kerabat yang tidak ingin melihat orang yang dikasihinya menjadi lebih menderita karena alat-alat medis.

BACA JUGA:

Ya, tidak sedikit orang yang bertahan hidup karena bergantung dengan alat medis. Hal itu tentu bisa membuat mereka merasa semakin sakit dan terkesan seperti dipaksa untuk hidup. Malah, Australian Atryative Care Outcomes Collaboration (PCOC) dari University of Wallongong menyatakan guna mengurangi rasa sakit yang menyiksa menjelang kematian, seseorang perlu mendapatkan perawatan paliatif.

Perawatan paliatif dapat mengatasi masalah kelelahan, insomnia, mual, dan pernapasan. Dari hasil penelitian terbukti lebih dari 85% orang yang mendapatkan perawatan paliatif tidak memiliki gejala parah pada saat meninggal seperti yang disebutkan sebelumnya. Ini membuktikan bahwa perawatan paliatif lebih efektif menghilangkan rasa sakit.

Perawatan paliatif meliputi penilaian kebutuhan pasien yang lebih teliti serta pengobatan dan perawatan multidisiplin yang lebih baik. Dalam hal ini bukan hanya dokter dan perawat yang ikut serta melainkan ada pekerja kesehatan lainnya seperti terapis, konselor dan dukungan spiritual.

Bila tidak mendapatkan perawatan paliatif, pasien yang tengah berjuang di rumah sakit dapat mengalami sejumlah masalah. Berdasarkan data yang ada, sebanyak 13,3% pasien merasa tertekan karena kelelahan. Selanjutnya sebanyak 7,4% mengalami rasa sakit dan 7,1% merasa tidak nafsu makanan.

BACA JUGA:

Rasa tertekan karena kelelahan dan nafsu makan wajar terjadi karena menjelang akhir hayatnya seseorang akan kehilangan energi. Tetapi rasa sakit sebenarnya bisa diatasi dengan efektif dengan perawatan paliatif. Selain itu, di hari-hari terakhir kehidupannya, orang akan mengalami sedikit rasa sakit dari penyakit sebelumnya.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini