5 Tips Cermat Makan Camilan agar Tidak Merasa Bersalah

Tiara Putri, Jurnalis · Kamis 14 Desember 2017 17:07 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 12 14 298 1830345 5-tips-cermat-makan-camilan-agar-tidak-merasa-bersalah-DJiyNXIEEQ.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

BANYAK orang yang merasa bersalah setiap habis memakan camilan. Terutama pada mereka yang sedang menjalani program berat badan.

Sebenarnya, makan camilan atau yang lebih dikenal dengan istilah ngemil sah-sah saja. Asalkan dilakukan secara benar. Psikolog klinis yang berfokus pada pola makan dan diet, Tara de Thouars mengatakan kita perlu cermat saat mengonsumsi camilan. Terlebih, masyarakat Indonesia tidak bisa dipisahkan dari makanan tersebut.

"Pergi ke mana saja ada camilan. Entah di pinggir jalan atau di supermarket. Banyak orang yang begitu melihat camilan langsung dimakan. Itu salah," tuturnya.

Ditemui dalam sebuah acara, Kamis (14/12/2017) di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Tara membeberkan cara makan camilan dengan cermat. Berikut ulasannya:

Cek sinyal tubuh

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah memeriksa apa yang diinginkan oleh tubuh. Sebab, ketika seseorang melakukan suatu tindakan harus ada alasannya. Jika tidak ada alasan, bisa menimbulkan rasa bersalah setelah melakukan tindakan tersebut.

Sebelum mengemil, usahakan untuk mengecek hal yang terjadi di tubuh. Contoh, coba tanya apakah mulut mengirim sinyal sepat atau kering, apakah perasaan mengirim sinyal perasaan tidak enak atau stres, apakah perut mengirim sinyal lapar atau tidak. Bila ada sinyal-sinyal tersebut, kemungkinan tubuh memang membutuhkan camilan. Begitu juga sebaliknya.

Selain itu, coba abaikan sinyal-sinyal yang tidak menimbulkan sensasi tertentu. Misalkan saat mata melihat camilan menggiurkan, langsung ingin memakannya. Lalu saat mendengar orang lain bilang camilan tertentu enak, jadi ingin langsung mencobanya. Lebih baik dipikirkan kembali sebelum mengemil agar bisa menentukan keputusan yang tepat.

Relaksasi

Ketika hendak memakan camilan, ada baiknya tubuh dalam keadaan rileks. Jangan pada saat dalam situasi marah, sedih, atau stres. Sebab emosi dan logika tidak bisa jalan bersama. Jika timbul keinginan untuk makan camilan saat sedang dalam suasana emosional, cobalah untuk tarik nafas lalu keluarkan perlahan. Baru setelah itu dipikirkan kembali apakah benar-benar membutuhkan camilan atau tidak.

Mindful eating

Walaupun hanya makan camilan, kegiatan itu harus dilakukan secara sadar. Fokuslah pada camilan dan jangan dilakukan bersama dengan kegiatan lain seperti menonton Tv, menggunakan ponsel, atau membaca buku. Selain itu, makanlah secara perlahan dan nikmati setiap gigitan. Hindari makan terlalu cepat. Bahkan kalau perlu libatkan lima indera tubuh. Mulai dari memperhatikan bentuk, menyentuh, menyium aroma, menikmati rasa, hingga mendengar saat camilan digigit atau dikunyah.

Baca Juga:

Tunggu sebentar

Sinyal kenyang dari perut baru dikirimkan ke otak 10-15 menit setelah makan. Maka dari itu, jika camilan habis dan ingin menambah porsi, cobalah untuk menunggu sebentar. Sambil menunggu, bisa dipertimbangkan kembali apakah penting atau tidak menambah camilan dan mendesak atau tidak kebutuhannya.

Bersyukur

Apapun makanan yang masuk ke perut harus disyukuri. Jangan ada rasa menyesal setelahnya, yang sudah berlalu biarkan. Jika merasa makan camilan terlalu berlebihan, maka terima saja dan sebelum memakan camilan berikutnya buat rencana makan.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini