Dokter Keluarga Bantu Perbaiki Sistem Layanan Rujukan di RS agar Tidak Membludak

Dewi Kania, Jurnalis · Kamis 14 Desember 2017 15:28 WIB
https: img.okezone.com content 2017 12 14 481 1830286 dokter-keluarga-bantu-perbaiki-sistem-layanan-rujukan-di-rs-agar-tidak-membludak-xujH6hBEl8.jpg Dokter (Foto: Stemgenex)

ADANYA dokter keluarga diharapkan dapat membantu pasien yang sakit tanpa harus datang ke klinik atau rumah sakit. Setiap keluarga harus menerapkan hal ini agar mendapatkan sistem pelayanan yang lebih praktis.

Pada prinsipnya setiap rumah sakit menyaring seluruh pasien yang datang supaya mendapatkan pelayanan yang maksimal. Bahkan, di beberapa rumah sakit di daerah tidak mampu melayani membludaknya pasien yang datang.

BACA JUGA:

"Pada prinsipnya adanya dokter keluarga penting, sehingga penyakit yang ditangani oleh dokter di rumah sakit jadi maksimal. Rumah sakit jadi tidak penuh, karena sistem rujukannya diperbaiki," ujar CEO Rumah Sakit Pondok Indah Grup Dr Yanwar Hadiyanto, MARS saat Grand Opening RSPI Bintaro Jaya di Tangerang Selatan, Kamis (14/12/2017).

Kalau dokter keluarga tidak membantu seseorang yang sakit, pelayanan rumah sakit atau klinik bisa amburadul. Adanya dokter tersebut yakni memudahkan untuk orang lebih terselamatkan saat kondisi darurat.

Barulah, saat pasien menderita satu penyakit yang harus dirujuk segera datang ke rumah sakit. Dengan dokter keluarga, kondisi pasien yang bisa dipantau dengan baik.

Namun, fakta yang ada sekarang banyak pasien langsung datang ke rumah sakit untuk berobat penyakit ringan. Apalagi biaya yang dikeluarkan untuk berobat diklaim oleh sebuah asuransi.

Seharusnya, prosedur yang benar sesuai anjuran pemerintah yakni, setiap keluarga punya salah satu anggota berperan sebagai dokter. Atau malah tenaga medis mendatangi rumah-rumah keluarga untuk melakukan deteksi dini penyakit.

"Sekarang tergantung gimana pasiennya datang ke rumah sakit. Asal punya asuransi dan ingin mengobati penyakit ringan langsung datang ke dokter. Seharusnya bisa dibantu dengan dokter keluarga yang berperan," beber dr Yanwar.

Tak cuma itu saja, untuk menangkal segala macam penyakit yang kian fatal, masyarakat seharusnya mengubah gaya hidup yang tidak sehat. Hal ini menjadi langkah preventif yang seharusnya dilakukan.

Ke depan, menurut dr Yanwar, tren penyakit degeneratif kian tinggi jumlah pasiennya. Sebagai contoh, penyakit diabetes, jantung, hipertensi hingga stroke sudah mulai menyerang masyarakat.

 BACA JUGA:

"Penyakit degeneratif bisa dicegah pada dasarnya. Dokter keluarga sangat berperan untuk mengontrol perilaku masyarakat supaya bisa hidup sehat," tutupnya.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini