Wanita Orgasme 50 Kali Sehari, hingga Kasus Pecandu Seks Lainnya yang Unik

Dewi Kania, Jurnalis · Jum'at 15 Desember 2017 00:04 WIB
https: img.okezone.com content 2017 12 14 481 1830439 wanita-orgasme-50-kali-sehari-hingga-kasus-pecandu-seks-lainnya-yang-unik-oIooB0xW7C.jpg Kasus kelainan seksual yang unik (Foto:Thesun)

 

TAK sedikit orang menjadi pecandu seks karena berbagai faktor. Padahal dampak seriusnya ada, yakni bisa mengganggu perilaku sehari-hari.

Seorang pecandu seks biasanya menyadari dampak yang dirasakan. Mereka sulit mengendalikan nafsu seksnya yang mengkhawatirkan.

Perilakunya tersebut tak kenal waktu, apalagi sering merasakan hal aneh saat melihat lawan jenis. Para ahli menyatakan bahwa seorang pecandu seks mudah cemas dan gelisah. Hal ini terbukti bahwa perilaku tersebut seharusnya ditindak.

"Ketika nafsu seks sedang tinggi, saya sulit kendalikan. Saya juga sering merasa malu karena tidak bisa mengendalikan hal ini," ucap Jessie, seorang pecandu seks selama 14 tahun, dilansir Thesun, Jumat (15/12/2017).

BACA JUGA:

Daftar 5 Pantai Terbaik Dunia yang Harus Dikunjungi pada 2018

Dia merupakan seorang wanita muda yang mengaku menjadi pecandu seks berat. Secara klinis hal ini dikategorikan sebagai gangguan klinis.

Gairah seks didorong oleh kinerja otak yang yang menjadi adiktif. Apalagi saat berhubungan seks bisa mengalami multiple orgasme hingga 50 kali.

Penelit Michael Walton dari University of New England di NSW mengatakan, ada sekelompok wanita yang menjadi pecandu seks. Populasinya sekira 3%-6% wanita di dunia mengalaminya.

Seperti Jordan (15) ia penah mengalami 50 kali orgasme dalam sehari. Kedengarannya seperti mimpi, tapi bagi pemuda ini, dorongan yang menyedihkan membuat dia merasa tertekan dan bersalah.

Dikabarkan pula, karena menjadi pecandu seks seorang siswa berusia 19 tahun sampai mengonsumsi obat untuk depresi klinis berat. Percaya atau tidak, dia menjadi pecandu seks sejak usia 13 tahun. Dia menghabiskan 14 jam setiap minggu untuk melakukan masturbasi dan menonton film porno.

BACA JUGA:

Pilihan Lukis Bibir agar Tampil Stylish di Pesta Natal, dari Bentuk Kado hingga White Christmas

"Baginya, porno itu seperti kokain yang bisa bikin kecanduan dan tak bisa berhenti," katanya.

Mr Walton mengatakan, tidak diragukan lagi orang-orang yang berjuang untuk mengendalikan perilaku seksual mereka, membuat emosinya tertekan. Aktivitas seksual mereka juga berbeda-beda setiap orangnya.

"Salah satu studi kasus, banyak orang menikah tetapi masih banyak yang tidak setia dengan pasangan. Saya survei sekira 1.500 orang selama beberapa tahun dan hasilnya terbukti," pungkasnya.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini