nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Banyak Orang Derita Gangguan Ortopedi Akibat Hal Ini

Dewi Kania, Jurnalis · Kamis 14 Desember 2017 20:05 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 12 14 481 1830446 banyak-orang-derita-gangguan-ortopedi-akibat-hal-ini-qigpV10s09.jpg Ilustrasi (Foto: Health)

KESIBUKAN banyak pekerja seperti berkutat dengan komputer sepanjang hari bisa menyebabkan gangguan ortopedi. Kebutuhannya pun meningkat, sehingga harus diperbanyak fasilitas pelayanannya.

Namun, banyak orang tak menyadari terjadinya gangguan ortopedi. Apalagi bagi mereka yang mengalami obesitas. Hal ini membuat mereka tak sadar bahwa orthopedi mengintai.

Sayangnya, masyarakat tak pernah menyadari dampak dari obesitas. Gaya hidupnya yang kacau sulit diperbaiki.

Namun demikian, dampak dari obesitas bisa menyebabkan banyak hal. Sebaiknya sebelum mengalaminya Anda harus mencegah dan waspada.

CEO Rumah Sakit Pondok Indah Grup dr. Yanwar Hadiyanto, MARS mengatakan, pelayanan medis di bidang orthopedi saat ini semakin spesifik. Karena banyak pasien menderita gangguan ortopedi yang mengganggu fungsi tulang dan otot.

"Cukup banyak pria dan wanita mengalami obesitas. Ujung-ujungnya mengalami gangguan lutut yang banyak," ujar dr. Yanwar saat ditemui di RSPI Bintaro Jaya, Tangerang Selatan, Kamis (14/12/2017).

Selain karena kegemukan, banyak orang mengalami gangguan otot leher karena sering berhadapan dengan komputer. Apalagi bagi pekerja kantoran, sering mengalami sakit leher yang spesifik.

Baca Juga:

Belum lagi masalah osteoarthritis yang tidak menyenangkan. Rata-rata wanita usia produktif yang mengalaminya karena berbagai faktor.

Karena itu, prediksi ke depan pasti akan banyak klinik ortopedi yang banyak dibutuhkan masyarakat. Namun, sebelum terjadi pastinya Anda harus mengenali tanda serta mencegahnya.

"Pada prinsipnya kita selalu memenuhi kebutuhan masyarakat. Ke depan pasti orang akan membutuhkan pelayanan tersebut akibat lifestyle," pungkas dr Yanwar.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini