nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menikmati Beragam Karya Seni para Seniman di Galeri Nasional

Annisa Aprilia, Jurnalis · Selasa 19 Desember 2017 10:30 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 12 19 406 1832565 menikmati-beragam-karya-seni-para-seniman-di-galeri-nasional-k9Z5FyLTfQ.jpg Karya seni di Galeri Nasional Jakarta (Foto: April/Okezone)

PENCINTA seni pasti sudah tidak asing lagi dengan nama Galeri Nasional. Tempat yang sering disingkat dengan sebutan Galnas tersebut menjadi rumah bagi banyak pameran seni, yang berupa lukisan, hingga patung-patung.

Tidak hanya berasal dari dalam negeri saja, pameran seni yang dipajang di Galeri Nasional juga berasal dari luar negeri atau mancanegara. Bagi Anda yang kerap terlewat pameran-pameran yang memiliki jadwal tertentu, tenang saja, karena ada pameran tetap yang disediakan oleh pengurus bertempat di salah satu gedung pameran.

Dalam pameran seni tetap tersebut, bagi Anda yang tidak terlalu memahami makna pada karya yang dipamerkan bisa dengan mudah mencari tahu maknanya. Sebab, dalam setiap ruangan pengurus galeri telah menyiapkan sebuah perangkat multimedia sentuh yang berisi penjelasan mengenai karya yang dipamerkan.

Meskipun sebagian besar karya seni berbentuk lukisan, namun tidak sedikit pula karya yang berbentuk patung, paduan seni dengan teknologi, dan sebagainya, yang menarik untuk diungkap makna di balik rupanya. Dalam gedung yang interiornya dirancang berbeda tiap ruangnya ini, para pengunjung bisa merasakan atmosfer yang lain setiap ruangan.

Bagaimana tidak, Anda bisa menikmati paduan seni lukis, seni patung, seni instalasi, seni video, hingga seni media, yang dihadirkan lebih hidup sehingga pengunjung bisa lebih mudah mengenal, dan mencintai karya seni sebagai salah satu budaya bangsa. Di sisi lain, seni yang ditampilkan Galeri Nasional pada pameran tetapnya, juga bisa membuat para pengunjung belajar soal sejarah yang dihadirkan dalam karya seni.

Ada beberapa ruangan dalam gedung pameran tetap. Seperti yang tersaji dalam brosur yang diberikan petugas galeri, ruangan tersebut terdirii atas ruang Raden Saleh Sjarif Bustaman, Era Akademi Seni Rupa, sekitar Mooi Indie dan Persagi, Era Pendudukan Jepang, Kemerdekaan Republik Indonesia, dan Lahirnya Era Sanggar, Koleksi Internasional, Gerakan Seni Rupa Baru Indonesia, dan Seni Rupa Kontemporer.

Pada ruang Raden Saleh Sjarif Bustaman, ara pengunjung bisa melihat lukisan karya pria yang lahir di Terboyo, Semarang pada 1814 tersebut. Lukisan potret alam, dan binatang banyak tersaji di ruangan yang bernuansa merah marun.

Tidak hanya karya Raden Saleh Sjarif Bustaman, di ruangan yang sama, Anda juga bisa melihat 'anak'dari A.A.J Payen, yang merupakan pelukis keturunan Belgia. Karya yang berjudul Kapal Dilanda Badai (1852), Potret Adolphe Jean Phillippe Hubert Desire Bosch 1814-1873 (1867) dan lukisan indah lainnya bisa Anda nikmati.

Kemudian, pada ruangan Era Akademi Seni Rupa, Anda bisa melihat karya-karya dari generasi seniman akademisi, yang nantinya berperan besar menghadirkan warna baru dalam seni rupa Indonesia, sesuai dari yang dikutip dari brosur.

Jika Anda tidak mengerti makna dari rupa karya seni yang tersaji, jangan khawatir, carilah layar besar yang disediakan oleh pengurus galeri. Pilih menu karya yang diinginkan penjelasannya dengan cara disentuh, lalu baca dengan saksama.

Nuansa mistis akan terasa ketika Anda tiba pada sebuah ruangan yang remang, dan menghadirkan patung-patung binatang sejenis singa tengah menonton televisi. Masing-masing binatang berambut, dan berkaku empat tersebut menonton tv yang menampilkan tayangan semut tengah berbaris antre.

Tanpa Anda sadari, karya yang diberi judul "Belajar Antre Pada Semut" ini juga menampakkan binatang-binatang tersebut berbaris seperti antre. Penasaran apa makna dari karya ini? Silakan datang langsung ke Galeri Nasional Pameran Tetap, yang buka pada Selasa hingga Minggu mulai pukul 09.00 sampai dengan 16.00, dengan tiket masuk tanpa biaya alias gratis!

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini