nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

6 Jenis Makanan Ini Baik untuk Kesehatan Ginjal

Agregasi Hellosehat.com, Jurnalis · Selasa 19 Desember 2017 16:17 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 12 19 481 1832814 6-jenis-makanan-ini-baik-untuk-kesehatan-ginjal-vekVVatYNh.jpg

JAKARTA - Ginjal berfungsi untuk menyaring kotoran dari dalam darah dan mengirimnya ke kandung kemih menjadi urine (air kencing). Selain itu ginjal juga mengatur tekanan darah, mengatur penyerapan air, mengendalikan keasaman dalam tubuh, dan menyeimbangkan kadar elektrolit (kalium, fosfor, dan kalsium). Karena fungsinya yang vital tersebut, mengonsumsi makanan yang baik untuk ginjal tentu dapat memperingan dan memudahkan pekerjaan ginjal. Apalagi bagi orang yang memang memiliki gangguan fungsi ginjal karena kondisi tertentu.

Jangan salah, makanan yang baik untuk ginjal itu tidak perlu yang mahal-mahal, kok. Makanan rumahan yang bisa ditemukan dengan mudah di pasar pun bisa membantu Anda menjaga kesehatan ginjal. Simak daftar lengkapnya berikut ini seperti dilansir dari hellosehat.com:

1. Buah ceri

Buah-buahan kecil yang sering menjadi penghias kue ternyata baik untuk ginjal. Buah ini memiliki kandungan seperti vitamin C, vitamin K, folat, vitamin B6, magnesium, dan sitrat. Semakin asam ceri, menandakan bahwa kadar sitrat pada buah tersebut juga tinggi. Sitrat mengurangi asam urat dalam aliran darah, sehingga mempermudah fungsi ginjal untuk mengendalikan keasaman dalam tubuh. Selain baik untuk ginjal, buah ceri juga mengurangi terjadinya risiko penyakit asam urat. Selain sitrat, ceri juga mengandung kalium rendah.

2. Kayu manis

Kayu manis dikenal dengan manfaatnya untuk mengatur kadar glukosa. Hal ini tentu dapat membantu tubuh mengelola glukosa dengan lebih baik dan memberi perlindungan tubuh dari gangguan gula darah. Terlalu banyak mengonsumsi karbohidrat dapat memperberat kerja ginjal. Oleh karena itu, kelebihan glukosa yang dihasilkan dari penyakit diabetes dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal.

Dilansir dari Global Healing Center, sebuah studi menegaskan bahwa kayu manis dapat digunakan sebagai suplemen tanpa memperhatikan peningkatan risiko oksalat yang dapat menyebabkan penyakit batu ginjal.

3. Kumis kucing

Kumis kucing, dikenal juga sebagai java tea, berasal dari tanaman Orthosiphon stamineus. Tanaman ini biasa ditemukan pada ramuan gangguan ginjal sejak lama. Mengonsumsi ekstrak kumis kucing ini dapat mendukung fungsi ginjal, yaitu menyeimbangkan gula dalam darah, menjaga tekanan darah, dan memberikan antioksidan bagi tubuh. Selain mendukung fungsi ginjal, kumis kucing juga membantu fungsi hati dan saluran pencernaan.

Namun, bila Anda ingin mengonsumsi suplemen kumis kucing dalam bentuk apapun, Anda wajib berkonsultasi dulu dengan dokter Anda. Pasalnya, bisa saja dalam suplemen herbal tersebut ada kandungan tertentu yang justru membahayakan ginjal.

4. Bawang

Bawang mengandung quercetin yang membantu mencegah kerusakan terhadap ginjal bagi perokok. Sedangkan untuk non-perokok quercetin dan lemak membantu fungsi ginjal dalam menyaring darah dari kotoran. Bawang ini dapat digunakan sebagai rempah-rempah untuk menambahkan rasa sehingga mengurangi penggunaan garam.

Pasalnya, penggunaan garam yang berlebih dalam makanan akan memperberat kerja ginjal. Pada pasien disfungsi ginjal, garam tidak akan dicerna dan dibuang dengan baik sehingga berisiko menyebabkan pembengkakan dan retensi cairan.

5. Sayuran rendah kalium

Pasien penyakit ginjal biasanya dianjurkan untuk membatasi asupan mineral kalium. Padahal, mineral ini banyak ditemukan dalam sayuran hijau. Lalu apakah artinya Anda harus mengurangi makan sayur? Tentu tidak. Anda bisa memilih berbagai sayuran yang rendah kalium. Di antaranya yaitu kembang kol, kubis, lobak, timun, dan terong.

6. Apel

Apel tinggi antioksidan dan relatif rendah kalium. Apel juga tinggi serat dan memiliki senyawa antiradang, yang bisa membantu memperbaiki fungsi ginjal. Jadi apel adalah makanan yang baik untuk ginjal karena rendah kalium sehingga ginjal tidak bekerja berat untuk memproses kalium saat kita mengonsumsinya.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini