nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Infeksi Saluran Kemih saat Hamil Berisiko Alami Keguguran, Ini Tips Mencegahnya!

Vessy Frizona, Jurnalis · Rabu 20 Desember 2017 08:29 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 12 20 481 1833159 infeksi-saluran-kemih-saat-hamil-berisiko-alami-keguguran-ini-tips-mencegahnya-yaAadylktk.jpg Ilustrasi (Foto: Huggies)

BERBAGAI ritual yang dilakukan di kamar mandi bisa membuat ruangan tersebut berantakan dan kotor, apalagi ketika si kecil bermain air atau melempar tisu ke mana-mana. Kondisi ini tidak hanya membuat kamar mandi jadi tak higienis, namun juga membuat anggota keluarga yang lain merasa tidak nyaman.

Terlebih lagi, bakteri yang dapat menyebabkan infeksi saluran kemih dapat berkembang di dudukan toilet yang basah dan kotor. Khusus bagi ibu hamil, infeksi saluran kemih sangat rentan menyerang apabila memakai toilet yang terindikasi ada bakteri. Ketika sudah terinfeksi risikonya dapat menyerang kehamilan.

Hal itu diungkap oleh dokter dr. Triani lsmelia selaku dokter Kebidanan dan Kandungan Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP). Ia mengatakan secara umum ibu hamil akan mengalami kondisi sering berkemih (buang air). Hal ini artinya ibu hamil akan sering ke toilet sehingga rentan terjangkit bakteri apabila toilet tidak higienis, terlebih di toilet umum.

"Infeksi saluran kemih sendiri memiliki risiko lebih besar bagi perempuan, karena bakteri dapat menjangkau kandung kemih lebih cepat. Bagi wanita hamil, tubuh ibu akan menghasilkan hingga 25% lebih banyak urine dan mencapai puncaknya pada minggu ke-9 hingga minggu ke-16 kehamilan," ungkap dokter Triani saat ditemui Okezone dalam acara peluncuran Pristine E-Bidet persembahan American Standard di kawasan Jakarta Selatan, Selasa 19 Desember 2017.

Bakteri-bakteri seperti staphylococcus dan E.coli sangat mudah masuk ke saluran kemih. Menurut dr. Triani, bakteri-bakteri tersebut sangat memengaruhi kehamilan.

"Jika sudah terinfeksi kandung kemih, maka ini bisa menyebabkan kesulitan kontraksi pada saat akan melahirkan, selain itu kemungkinan bayi lahir prematur juga tinggi, hingga berisiko mengalami keguguran. Pada kasus lain, infeksi bakteri pada kandung kemih dapat menyebabkan infeksi ginjal," jelasnya.

Karena itu, untuk ibu hamil selalu disarahkan memakai toilet yang higienis. Misalnya toilet kering yang dapat meminimalisir kuman.

"Hindari pemakaian tisu terlalu banyak di toilet. Pilih toilet yang dilengkapi sistem teknologi Pristine E-bidet, yang merupakan salah satu produk rangkaian Spalet, yang diciptakan melalui integrasi kenyamanan dari spa dan toilet. Toilet dilengkapi tombol otomatis untuk membersihkan area kewanitaan dan langsung dikeringkan dengan pengering. Jadi tak banyak penggunaan tisu yang menyampah di tempat sampah toilet," paparnya.

Baca Juga:

Sementara itu, dokter Triani mengungkap tanda-tanda ibu hamil terinfeksi saluran kemih. Gejala ditandai dengan rasanya ingin buang air terus-menerus, area kewanitaan terasa panas dan tidak nyaman, dan sulit tidur.

"Jika sudah mengalami tanda-tanda itu segera periksa ke dokter. Untuk menyembuhkannya ibu hamil harus melewati serangkaian terapi dan banyak minum air putih," jelasnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini