Pertumbuhan Janin yang Terhambat Bisa Sebabkan Kematian, Hati-Hati Bumil!

Maharani Putri Sabillah, Jurnalis · Rabu 20 Desember 2017 16:16 WIB
https: img.okezone.com content 2017 12 20 481 1833435 pertumbuhan-janin-yang-terhambat-bisa-sebabkan-kematian-hati-hati-bumil-Cwomwq3CSL.jpg Pertumbuhan janin yang terhambat bisa sebabkan kematian (Foto:Ist)

JANIN sehat merupakan harapan bagi setiap ibu hamil (bumil). Untuk memastikan janin berkembang sehat maka faktor yang harus diperhatikan ialah kecukupan gizi dan nutrisi untuk janin. Namun, bagaimana jika gizi tidak terpenuhi pada bumil? Jangan heran jika janin mengalami gangguan di dalam kandungan.

Gangguan pada janin karena kekurangan gizi seringkali mengakibatkan pertumbuhan janin terhambat (PJT). Gangguan PJT merupakan kondisi di mana ukuran janin lebih kecil dari usia kehamilan semestinya. Kondisi ini harus cepat diatasi sebab PJT dapat menyebabkan kematian pada janin.

“PJT berdampak fatal. 26 persen janin meninggal karena gangguan tersebut,” kata dr. Irvan Adenin, SpOG(K), konsultan fetomaternal dari RSAB Harapan Kita, dalam Forum Ngobras, belum lama ini di Jakarta Pusat.

BACA JUGA:

Perlu Anda Ketahui, Gigi Putih Berkilau Tak Berarti Sehat

Ada beberapa faktor yang memengaruhi janin mengalami PGT. Salah satunya ialah kekurangan asupan nutrisi yang diberikan bumil kepada janinnya. Ketika bumil tidak mengonsumsi makanan yang sehat dan bernutrisi maka janin pun menerima dampak yang sama, sehingga nutrisi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan jaringan, otot, tulang, dan sistem syaraf akan terganggu dan mengakibatkan telat bertumbuh.

Namun, ada pula faktor lain yang memengaruhi PJT, yaitu adanya penyempitan pembuluh darah pada bumil. “pembuluh darah memegang peran penting dalam menyalurkan oksigen dan nutrisi dari ibu ke janin, sehingga harus dipastikan pembuluh darah ibu hingga ke pembuluh darah perifer harus dalam kondisi sehat,” katanya.

Umumnya, kelainan pembuluh darah selama masa kehamilan disebabkan oleh hipertensi. Kondisi ini bisa terjadi selama masa hamil saja atau sudah terjadi sebelum hamil. Akibat kelainan ini, aliran darah ke pembuluh darah menjadi tidak lancar. Hal ini bisa membuat janin tidak menerima aliran darah yang dibutuhkan dan kekurangan nutrisi.

PJT itu sendiri dapat diketahui saat bumil melakukan USG di usia kehamilan 32-34 minggu, sebab di minggu tersebut pertumbuhan janin tengah mencapai kecepatan maksimal. Dokter Irvan mengatakan bahwa 70% kematian janin dapat dicegah jika kelainan dapat dikenali sebelum usia 34 minggu.

BACA JUGA:

Sederet Manfaat Daun Peppermint, Lancarkan Pencernaan hingga Cegah Kanker

“Jika PJT terdeteksi di minggu ini maka pilihan terbaik adalah dilahirkan secepatnya meski paru dianggap belum matang, karena jika dibiarkan di dalam uterus seperti orang dipenjara. Janin tidak mendapat asupan nutrisi maksimal dan berpotensi hipoksia (kekurangan oksigen di otak – baca).”

Bahaya PJT selain janin meninggal ialah janin kejang-kejang karena kekurangan oksigen, retardasi mental janin, serebal palsy, dan saat dewasa akan berisiko diabetes dan hipertensi.

Oleh karena itu, pentingnya mencegah PJT dengan memelihara kesehatan pembuluh darah bagi bumil. Jika bumil memiliki penyakit hipertensi dan diabetes sebaiknya harus diobati secepatnya. Dan tentunya, jaga asupan makanan yang bernutrisi dan lakukan USG secara rutin. Minimal 3 kali selama masa kehamilan. Sebab, USG berguna untuk mengetahui usia kehamilan secara akurat, haid terakhir tidak dapat menjadi patokan usia kehamilan.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini