nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hari Ibu, Sudahkah Anda Menyiapkan Kado Spesial untuk Bunda?

Agregasi Antara, Jurnalis · Kamis 21 Desember 2017 04:15 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 12 21 196 1833721 hari-ibu-sudahkah-anda-menyiapkan-kado-spesial-untuk-bunda-qHF3IttKBC.jpg Ilustrasi (Foto: Mocomi)

JELANG Hari Ibu 22 Desember nanti, sudahkah Anda menyiapkan kado spesial untuk bunda tercinta? Mengungkapkan kasih sayang kepada ibu memang tidak hanya dapat dilakukan pada Hari Ibu. Hal itu bisa dilakukan kapan pun sepanjang tahun.

Namun, apa salahnya memberikan sesuatu yang sederhana untuk membuat ibu bahagia di Hari Ibu dengan memberikan bunga, kue, membantu pekerjaan di rumah, mengajak ibu jalan-jalan, atau hanya sekadar mengucapkan kata "sayang" kepadanya.

Sebagian anak-anak mungkin masih banyak yang sungkan dan malu untuk mengekspresikan rasa sayang dan cintanya pada ibu. Tapi mulai sekarang, cobalah memberanikan diri untuk mengungkapkan perasaan sayang itu terhadap ibu. Seperti yang dilakukan anak bernama Fika.

Pada Hari Ibu dia biasa mengucapkan Selamat Hari Ibu kepada ibunya. Terkadang dia menunjukkan rasa sayang dan terima kasih kepada ibunya yang sudah menjaga dan membesarkannya dengan menghadiahkan cokelat atau buket bunga di Hari Ibu bersama kedua saudaranya.

Fika juga mengatakan, dia dapat membeli hadiah untuk ibunya dari hasil uang jajan yang dikumpulkan sendiri atau terkadang dari hasil bersama-sama mengumpulkan uang dengan kakak dan adiknya agar uang terkumpul banyak dan bisa meberi sesuatu yang spesial untuk ibu mereka.

Selain Fika, seorang anak bernama Sari juga selalu membuat kejutan di Hari Ibu bersama ketiga adiknya yang masih remaja. Mereka biasa memberi sebuah hadiah yang menurut dia sepele, tapi itu membuat ibunya menangis terharu dan surat-surat yang berisi curhatan, permintaan maaf serta rasa terima kasih mereka kepada ibunya.

Lebih unik lagi cerita mahasiswa bernama Tia. Dia mengatakan Hari Ibu itu bertepatan dengan hari kelahiran ibunya. Jadi, selain memperingati Hari Ibu dia juga merayakan hari kelahiran ibunya. Kejutan yang Tia berikan biasanya berupa pemeberian hadiah dan kue, atau bunga. Meski ibunya sudah meminta untuk tidak memberikan apa pun, tapi Tia tetap memberi hadiah juga.

Sedangkan Anisa merasa belum pernah memberikan ibunya hal yang spesial pada Hari Ibu. Biasanya dia memberikan ibunya hal sederhana seperti tas, kosmetik, atau pakaian. Dia mengatakan selalu memberi yang sekiranya ibunya butuhkan bukan yang diinginkan.

Lain hal dengan anak bernama Aini yang selalu merasa sedih bila memperingati Hari Ibu. Karena ibunya sudah lama tiada, maka dia hanya bisa mengunjungi makam dan menabur bunga di atas makam ibunya. Aini mengatakan, terkadang dia rindu pada ibunya dan rasa ingin memeluk tapi sudah tidak bisa.

Cerita anak-anak tersebut bisa jadi motivasi dan ide buat Anda untuk Hari Ibu. Sebagai seorang anak, harus menyayangi dan menghargai orang tua terutama ibu. Karena tidak seorang pun yang bukan terlahir dari rahim seorang ibu.

(Baca Juga: Hati Seorang Ibu Sekuat Baja, Penuh Kasih Sayang Tak Terhingga)

Mereka mengandung, menyusui, mendidik dan memberikan kasih sayang yang begitu besar terhadap anaknya. Bahkan terkadang ibu rela mengorbankan jiwa dan raganya demi seorang anak.

Pererat Hubungan

Hari Ibu memiliki manfaatnya sendiri. Selain menambah erat hubungan antara ibu dan anak, di saat itu pun seorang ibu bisa melihat dan merasakan bagaimana perasaan anak-anak terhadap ibunya. Bahagia, sedih, haru akan terasa bagi yang memperingati Hari Ibu.

Seperti seorang ibu bernama Endah. Dia memiliki tiga anak. Setiap Hari Ibu, dia merasa anak-anaknya memperlakukan dengan istimewa. Anak pertamanya menyiapkan sarapan, yang kedua meyelesaikan pekerjaan rumah, dan anak ketiga yang masih kecil membuatkan minuman. Dengan hal sederhana yang dilakukan anak-anaknya saja dia sudah merasa terharu dan bahagia.

Endah termasuk orang tua yang keras dalam mendidik anaknya. Keras dalam arti yang positif karena menurut dia, anak adalah aset dan setiap orang tua ingin yang terbaik untuk anak-anaknya.

Sementara itu, Euis yang berprofesi sebagai guru pun merasakan manfaat dari Hari Ibu. Dia merasa suami dan anaknya lebih perhatian dan memberikan kejutan-kejutan kecil pada Hari Ibu. Suaminya meringankan pekerjaan rumah, sedangkan anaknya yang berumur tujuh tahun mengucapkan Selamat Hari Ibu atau terkadang membuatkan sebuah gambar dan prakarya.

Kedekatan antara orang tua dengan anak sangat diperlukan untuk menciptakan keharmonisan dalam keluarga, terutama kedekatan ibu dan anak.

Momen kedekatan bisa diciptakan dengan apa saja. Bisa melalui sentuhan, bercerita, makan bersama, atau bagi orang tua yang sibuk, bisa menyisihkan waktunya dengan obrolan mengenai kegiatan yang dilakukan sang anak di sekolah. Dengan hal sederhana itu anak-anak pun merasa lebih dekat dengan orang tua mereka.

Ada juga anak zaman sekarang yang sangat sulit memiliki hubungan dekat dengan orang tua, bisa jadi karena orang tuanya terlalu sibuk dengan urusannya sehingga tidak memperhatikan perkembangan anaknya.

(Baca Juga: Foto Sederhana Ini Jadi Viral di Dunia, Maknanya Begitu Dalam bagi Siapapun yang Melihat)

Jadi ciptakan komunikasi yang baik antara orang tua dan anak. Bisa dengan anak curhat tentang teman di sekolah, atau orang tua yang berbagi wawasan dengan anaknya. Begitu juga sebaliknya. Karena dengan berkomunikasi maka hubungan yang renggang akan bisa menjadi erat.

Hari Ibu yang jatuh pada 22 Desember sangat bermakna dan bermanfaat. Dari Hari Ibu anak-anak tahu bahwa ibu adalah sosok yang kuat, tegar dan selalu tersenyum meski dibalik itu dia menyimpan luka.

Peringatan Hari Ibu ini tidak hanya bagi para ibu, tapi juga bagi seluruh perempuan Indonesia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini